Luapan Air di Ruas Jalan Protokol di Kota Manokwari beberapa waktu lalu. Daerah ini merupakan 1 dari 5 daerah dengan tingkat resiko dan kerentanan banjir tertinggi di Papua Barat.

Sungai Meluap, Warga Lembah Hijau Manokwari Rayakan Natal dengan Perasaan Was-was

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com— Warga Kelurahan Wosi, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari merayakan natal dalam keadaan was-was.

Sebuah sungai yang mebelah kawasan ini— oleh warga biasa disebut Kali Minyak atau Kali Transito—meluap setelah hujan deras mengguyur Manokwari beberapa hari terakhir.

Berdasar pantauan CAHAYAPAPUA.COM, Kamis (25/12/2014) sore tadi, luapan air sungai sudah mengancam rumah warga di sepanjang bibir sungai terutama di sekitar kawasan Lembah Hijau, Wosi Dalam.

Lantai sebuah rumah di pojok jembatan sudah terendam oleh air sungai yang deras dan keruh kecokelatan. Arus juga membawa tumpukan batang kayu lapuk.

“Ini karena hutan di atas dibongkar, dulu tidak pernah begini,” ujar seorang warga yang ditemui sedang menyingkirkan tumpukan sampah di jembatan itu. Ia menunjuk ke arah pegunungan Wosi-Rendani.

Warga yang sedang merayakan Natal pun was-was. Pasalnya, jika hujan terus memaku kota, bukan tak mungkin, peristiwa banjir yang merendam kawasan ini beberapa waktu lalu bisa terulang.

Sementara itu menyikapi tingginya intensitas hujan di Papua Barat, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua Barat, Derek Ampnir meminta seluruh pemerintah kabupaten kota, termasuk Kabupaten Manokwari, agar mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana banjir dan longsor.

Ada 5 daerah di provinsi ini yang menurut BPBD memiliki ancaman yang tinggi diantaranya Manokwari, Teluk Wondama, Fak-fak, kota Sorong dan Kabupaten Sorong. Khusus untuk banjir, Manokwari dan Kabupaten Teluk Wondama menempati posisi teratas sebagai daerah dengan tingkat kerentanan yang paling tinggi. |PATRIX BARUMBUN TANDIRERUNG

Tinggalkan Balasan