Volume air di sungai Wosi, Manokwari Barat, meningkat setelah Manokwari diguyur hujan deras selama 3 jam, kemarin. Sejumlah rumah di kawasan kampung Bugis yang terletak di bataran sungai, diterjang banjir kiriman dari luapan sungai ini.
Volume air di sungai Wosi, Manokwari Barat, meningkat setelah Manokwari diguyur hujan deras selama 3 jam, kemarin. Sejumlah rumah di kawasan kampung Bugis yang terletak di bataran sungai, diterjang banjir kiriman dari luapan sungai ini.

Sungai Wosi Kembali Meluap

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Hujan deras yang mengguyur wilayab Kota Manokwari selama lebih dari 2 jam, Senin (11/4), Sungai Wosi kembali melaup. Luapan air dari sungai ini menggenangi sejumlah warga di Komplek Bugis, Keluarahan Wosi.

Seorang warga Ny. Ujang Kurnia yang rumahnya tergenang air luapan sungai Wosi menuturkan, luapan air sungai tersebut masuk melalui lubang pembuangan yang berada di dapur.

Selain di dapur, air pun masuak ke kamar tidur dan ruang tamu. “Tahun ini aktifitas luapannya berkurang karena pemerintah sudah membangun talud pembatas.
Sudah lama tidak banjir, ini baru terjadi lagi. Dulu air sempat naik hingga pinggang orang dewasa,” ujarnya.

Pantauan Cahaya Papua, hujan pun mengakibatkan sejumlah drinase di sejumlah ruas jalan di dalam kota tersumbat. Akibatnya, air meluap ke badan jalan dan menimbulkan genangan air.

Genangan air terlihat di ruas jalan Trikora Wosi, Jalan Merdeka, dan Siliwangi. Di Jalan S. Condronegoro luapan air dari drainase menghambur material pasir serta batu fraksi di jalan yang kini dalam proses pembangunan tersebut.

Ketinggian air dibeberapa titik itu berfariasi, antara mata kaki hingga sekitar 50 cm. Genangan air juga membawa beragam sampah hingga berhamburan di badan jalan.

Hujan dengan intensitas deras diprediksi masih akan terjadi di wilayah Papua Barat untuk beberapa hari kedepan. Kondisi cuaca tersebut dipengaruhi oleh pergerakan matahari yang mengarah ke utara pasifik.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Rendani – Manokwari, Deny Puttiray yang dikonfirmasi mengatakan, pergerakan matahari ini memicu pertumbuhan awan cb (colombus nimbous) atau awan hujan.

“Di Wilayah Kabupaten Teluk Wondama, Teluk Bintuni, dan Kaimana serta Fak-fak berpeluang terjadinya hujan deras termasuk wilayah Manokwari. Meski demikian, hujan akan terjadi dalam durasi yang tidak lama,” kata Deny pentang kemarin.

Menurut Deny, kondisi cuaca yang seperti ini akan bertahan hingga beberap hari kedepan. Ia menjelaskan, di wilayah Papua Barat, angin bertiup dari arah tenggara-barat.

“Dengan perubahan sikon seperti ini dapat meningkatkan pertumbuhan awan cb serta menimbulkan badai petir dan hujan dengan intensitas tinggi,” ujar Deny menambahkan. (ALF)

Tinggalkan Balasan