Suporter Hockey Papua Barat yang melapor ke Polda Metro Jaya. Foto: Poskotanews.com

Suporter Hockey Papua dan Papua Barat Bentrok di Jakarta

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com– Laga lanjutan Kejuaraan Nasional Hockey kategori lapangan yang berlangsung di lapangan Hockey, Senayan Jakarta, Kamis (18/12/2014) diwarnai kericuhaan antara provinsi Papua dan Papua Barat.

Kericuhan dipicu permasalahan antar suporter yang mengakibatkan delapan atlet putri Papua Barat harus dibawa lari ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Kericuhan ini terjadi karena masalah suporter saja, dimana saat kami berhadapan dengan Papua kami dicurangi dengan gol yang dibuat melalui tendangan bukan memakai stik (alat pemukul bola hockey). Dari situ kami berdebat ini permainan memakai stik bukan kaki, dari pertandingan itu kami kalah 1 : 0 dari Papua,” kata Riski Wambrauw, salah satu pengurus Hockey Papua Barat, Kamis (18/12/2014) via telepon.

Lanjut Risky, usai dicurangi, Papua Barat lekas melupakan insiden tersebut sampai pada laga Papua Barat bertemu Sumatera Utara (Sumut), dimana Provinsi Papua yang terus memberi dukungan kepada Sumut, dukungan yang terus diberikan, tak dihiraukan oleh Papua Barat hingga skor akhir Papua Barat membantai Sumut dengan skor 5 : 0.

Dihari berikutnya tepatnya Kamis kemarin, Papua yang berhadapan dengan Sumut, tak bisa menahan emosinya setelah Provinsi Papua Barat berganti memberi dukungan kepada Provinsi Sumut.

“Mereka emosi ketika kami gantian mendukung Sumut, ketika kami terus mendukung, para atlet hockey Papua langsung menyerang kami menggunakan stik-nya, kami yang tidak dibekali peralatan langsung dihujani dengan pukulan sampai atlet kami dan pelatih terluka dibagian kepala dan harus dilarikan ke rumah sakit,” tuding dia.

Sementara itu, Sekretaris Hockey Papua Barat Alex Wamaer saat dihubungi mengatakan, kasus ini akan di bawa ke proses hukum, sehingga semua jelas, siapa yang salah dan siapa yang benar.

“Kami akan terus bawa kasus ini ke pihak berwajib supaya mereka tahu bermain profesional itu seperti apa. Mungkin mereka iri karena hockey di Indonesia ini masih didominasi oleh Papua Barat,” jelasnya.

Atas insiden tersebut, enam atlet dan dua pelatih kepala harus dirawat di rumah sakit.

Sementara itu Pos Kota melaporkan, 20 wanita melapor ke Polda Metro Jaya setelah insiden tersebut. ”Korbannya sebanyak 20 orang wanita yang semuanya adalah suporter,” kata Sekretaris Umum Federasi Hockey Indonesia Papua Barat Alex Huamayer.

Diantara para korban adalah Endimina Ronsumbre, Ferida Semunya, Irfin  Sanyomon, Rio, Silva, Odih, Mergi, Miryam dan Alfonsina. Menurut Alex ada yang luka berat di kepala, punggung, perut, lengan dan kaki setelah dipukul menggunakan stik hokey dan batu.

“Korban terpaksa langsung dilarikan ke rumah sakit AL Mintoharjo, Pejompongan untuk mendapatkan perawatan medis dan visum,” katanya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto membenarkan bila terjadi insiden tersebut. Dia menyatakan, saat ini Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya tengah menerima sekaligus melakukan pemeriksaan atas laporan tersebut.  “Saat ini tengah didalami,” katanya. |ADITH SETYAWAN|POS KOTA

Tinggalkan Balasan