Astrid warga Reremi. Minta solusi terkait kesulitan membeli obat antibiotik di Apotik dan toko obat di daerah ini.

Surat edaran BPOM dinilai kurang sosialisasi

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Surat edaran Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Manokwari bagi para Apoteker di setiap Toko Obat atau Apotik untuk menjual obat antibiotik harus dengan resep dokter, dinilai kurang sosialisasi.

“Dulu mudah sekali mau beli anti biotik asam mefenamat, ampicilin, paracetamol dan lainnya. Sekarang susah, kenapa demikian,” tanya Astrid salah satu warga Reremi, Rabu (18/10/2017).

Ditemui Cahaya Papua di salah satu apotek, Astrid menuturkan hendak membeli salah satu obat antibiotik, karena biasa mengonsumsinya jika kondisi badan kurang fit.

Kitorang kalangan bawah ini, susah. Jika pelayanan kesehatan bagus dan cepat, mungkin bisa segera minta resep dokter dan mendapat obat yang dibutuhkan. Tapi pelayanan sudah susah, dan tidak punya BPJS bikin repot saja,” kritiknya.

Hal senada diutarakan Mey, warga lainnya. Ia berharap  instansi terkait dapat mencari solusi atas kendala tersebut, sehingga warga di daerah ini tidak kesulitan mendapat obat yang dibutuhkan.

Salah satu apoteker yang enggan namanya dikorankan, menjelaskan, penting bagi masyarakat untuk menggunakan obat antibotik dengan resep dokter.Hal itu diperlukan agar tubuh pasien tidak resisten terhadap obat yang dikonsumsi secara rutin.

“Anti biotik hanya boleh diberikan kepada pasien yang diberi resep dari dokter. Itu pun harus sesuai dengan dosis dan jenis antibiotiknya. Itulah isi surat BPOM Manokwari nomor : PW. 13.111. 09.17. 2809 perihal pelayanan obat keras  sejak 15 September 2017  yang ditandatangani Kepala Balai BPOM Manokwari Mojaza.Sirait,S.si,Apt,” bukanya.

Kepala BPOM Manokwari Mojaza Sirait saat ditemui dikantornya untuk mengonfirmasi keluhan masyarakat, ternyata tidak berada ditempat. Beberapa pegawai yang hendai dimintai tanggapan soal ini hanya berujar, pimpinan sedang dinas luar. “Nanti tunggu pimpinan saja yang jelaskan. Beliau sedang dinas luar,” kata salah satu pegawai BPOM kepada media ini. (cr-80)

Tinggalkan Balasan