Pendidikan Manokwari. Ilustrasi

Syarat Masuk SD Pakai Ijazah TK Memberatkan Warga Kurang Mampu

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com – Keharusan memiliki ijazah Taman Kanak-Kanak (TK) sebagai syarat agar seorang anak bisa diterima masuk SD sebagaimana yang diterapkan sejumlah sekolah di Manokwari dinilai memberatkan orangtua, terutama dari kalangan kurang mampu.

Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan diminta mengeluarkan aturan untuk meniadakan persyaratan tersebut.
Hal itu mengemuka pada acara tatap muka para ketua RT dan RW se Kelurahan Manokwari Barat dengan anggota DPRD Kabupaten Manokwari Herdi I. Tumoka dalam rangka menjaring aspirasi, akhir pekan kemarin di kantor Lurah Manokwari Barat.

“Sekarang masuk SD harus ada ijazah TK, ini bagi kami orang Papua yang tidak mampu itu susah, karena masuk TK atau PAUD itu bayarnya lebih mahal dari kuliah, bagaimana kami mampu bayar. Mohon ini jadi perhatian dari Pemda, “ kata Steven Rumbarar, ketua RT 01 RW 12, Kelurahan Manokwari Barat.

Steven justru mempertanyakan kebijakan sekolah gratis yang selama ini didengung-dengungan Pemerintah Daerah. Terlebih lagi, setiap tahun tanah Papua termasuk Kabupaten Manokwari mendapatkan dana Otonomi Khusus.

Seharusnya, kata dia, dengan adanya dana Otonomi Khusus, orang asli Papua tidak perlu lagi kesulitan membiayai pendidikan anak-anak mereka, apalagi untuk pendidikan dasar.

“Kalau bisa khusus untuk orang asli Papua, aturan itu (syarat masuk SD pakai ijazah TK) tidak perlu ada. Kami minta DPRD sampaikan hal ini kepada Bupati, “ ucap Steven.

Beberapa ketua RT yang hadir pada kesempatan itu juga mendukung penghapusan syarat tersebut. “Saya punya anak tidak masuk TK lagi, siapa mampu bayar sampai 2 juta begitu, “ kata Arnold Rumsayor, juga seorang ketua RT.|ZACK TONU BALA