Warning: include(/home/u8694510/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-base.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 70

Warning: include(/home/u8694510/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-base.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 70

Warning: include(): Failed opening '/home/u8694510/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-base.php' for inclusion (include_path='.:/usr/local/lib/php') in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 70

Warning: include_once(/home/u8694510/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/ossdl-cdn.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 90

Warning: include_once(): Failed opening '/home/u8694510/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/ossdl-cdn.php' for inclusion (include_path='.:/usr/local/lib/php') in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 90

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php:70) in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-phase2.php on line 1164
Tak ada bantuan provinsi, SMKN I Bintuni tarik iuran UN - Cahaya Papua

Tak ada bantuan provinsi, SMKN I Bintuni tarik iuran UN

BINTUNI, Cahayapapua.com— Sampai sekarang, Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat belum juga mengucurkan anggaran untuk kebutuhan persiapan ujian sekolah SMA/SMK sederajat. Hal ini membuat salah satu sekolah di Kabupaten Teluk Bintuni, yakni SMK N I Bintuni memungut biaya ke orang tua siswa.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana, Eko Hadi Pranoto, pekan kemarin mengatakan untuk sementara belum ada bantuan pendidikan dari Dinas Pendidikan Provinsi. Sedangkan kebutuhan anggaran yang besar ada dipelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) atau ujian praktek.

Dikatakan, untuk menyikapi permasalahan tersebut, pihak sekolah sudah menggelar rapat dengan Komite Sekolah dan orang tua siswa beberapa waktu lalu. Hasilnya, orang tua siswa siap menanggung beban biaya ujian praktek atau UKK.

Eko menjelaskan anggaran yang dibebankan berfareasi sesuai kebutuhan masing -masing jurusan. Diantaranya untuk jurusan akuntansi sebesar Rp. 530 ribu, teknik komputer dan jaringan Rp. 654 ribu, dan teknik kendaraan ringan atau otomotif Rp. 609 ribu. Jika dikalkulasi dengan jumlah siswa  total anggaran mencapai Rp. 93,9 juta lebih.

“Tahun lalu kita mendapat bantuan anggaran dari Dinas Pendidikan Kabupaten Teluk Bintuni sebesar Rp. 80 juta untuk persiapan ujian, diluar bantuan pendidikan,” ujarnya.

Sementara untuk persiapan, Eko mengungkapkan sekolah telah menambah jam belajar hingga sore hari dari Senin – Kamis dengan jumlah partisipasi anak didik mencapai 90 persen. Sedangkan sisanya 10 persen tidak aktif ikut program pembelajaran tersebut.

“Terkait kendala secara tehnis tidak ada, tapi nanti pas pelaksanaannya dimungkinkan lampu, pada saat pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) membutuhkan daya listrik, lampu itu sangat diperlukan, untuk menyikapi itu kita pake genset, jadi pas ujian kita pake genset dari awal sampai selesai,” katanya.

Dia menambahkan tahun ajaran 2017/2018, anak didik yang dipersiapkan mengikuti ujian berjumlah 158 anak terdiri dari tiga jurusan, yakni jurusan Akuntansi 59 anak, Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) 53 anak, dan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) atau Otomotif 46 anak.

“Saya berharap satu saja, provinsi mau atau mampu membiayai sekolah -sekolah SMA/SMK sederajat yang ada di Bintuni ini seperti pada saat masih tanggungjawab kabupaten,” harapannya.

Saat dikonfirmasi mengenai hal ini, Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw menyampaikan apabila memang benar belum ada anggaran dari provinsi, pihak sekolah diharapkan mengajukan proposal bantuan pendidikan ke kabupaten. Sehingga kebutuhan anggaran dapat tertutupi dan tidak ada penarikan iuran ke orang tua siswa.

“Kalau ada permohonan tertulis dari kepala -kepala sekolah dapat dijadikan dasar untuk pemda bantu khususnya ujian nasional (UN), mengingat jangan sampai ada dobel pembiayaan dari kabupaten dan provinsi, dalam surat permohonan harus dijelaskan bahwa pemda provinsi belum anggarakan untuk UN, itu bupati bisa ambil kebijakan,” ujar Bupati Kasihiw melalui pesan singkat Whatshapp. |Arif Triyanto

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: