Kantor perwakilan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Provinsi Papua Barat terlihat dipalang Kamis, (5/10). Kantor tersebut dipalang CPNS yang kecewa tidak lolos dalam tahap Tes Kompetensi Dasar (TKD) penerimaan PNS di kementerian tersebut.

Tak lolos seleksi, CPNS palang kantor perwakilan Kemenkumham

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Sejumlah peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)  di lingkungan  Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Kamis (5/10), memalang Kantor Wilayah Kemenkumham Papua Barat yang beralamat di Arfai.

Para peserta tes CPNS kualifikasi pendidikan SMA sederajat, yang memalang kantor tersebut kecewa, karena mereka gagal lolos dalam Tahap Tes Kompetensi Dasar (TKD), yang sedang digelar Kemenkumham secara nasional.

Mereka memalang kantor tersebut tepat di pintu utama, menggunakan bambu dan menempatkan dua cari kertas bertuliskan tuntutan agar dapat diloloskan untuk mengikuti tahap seleksi selanjutnya.

Kakanwil Kemenkumham Papua Barat, Agus Soekono yang menghadiri upacara peringatan HUT TNI ke-72 di Makodam XVIII/Kasuari langsung meninggalkan lokasi setelah mendapat informasi pemalangan tersebut dan segera menemui massa pengunjuk rasa.

Didampingi beberapa anggota polisi, Agus mencoba memberi penjelasan kepada massa. Agus menuturkan bahwa peserta yang lolos atau gagal berdasarkan nilai objektif. Menurutnya standar nilai untuk formasi khusus putra-putri Papua telah diturunkan.

“Saya sangat memahami kondisi Papua dan saya sudah lebih dari 24 tahun  di Papua. Kami sudah berusaha keras tetapi lolos atau tidaknya itu berdasarkan nilai,” kata Agus di depan pengunjuk rasa. “Kementerian Hukum dan HAM memiliki standar untuk seleksi aparatur sipil negara (ASN), tambah dia.

Walau sudah mendapat penjelasan, namun massa tak beranjak dan mengatakan baru akan membuka palang kantor bila sudah ada jawaban.

Agus yang ditemui wartawan mengaku bingung dengan aksi unjuk rasa dan pemalangan kantor. Menurut dia, yang berunjuk rasa dan memalang kantor tak hanya peserta tes gagal, tapi keluarga peserta.  “Ada istri atau adik tidak lulus, maka kecewa ikut aksi,” katanya.

Dia mengatakan sebelum hasil tes kemampuan dasar diumumkan, panitia seleksi juga mendapat ancaman dari pihak lain melalui pesan singkat ancaman pemalangan kantor dari keluarga peserta seleksi.

Selain itu menurut Agus tak tepat jika peserta menuntut tambahan kuota. Dia menyatakan sudah menyampaikan hal itu ke Jakarta karena dia tidak berwenang mengambil keputusan terhadap tuntutan pengunjuk rasa.

Agus berharap palang kantor segera dibuka sehingga aktivitas kerja kembali normal. “Mudah-mudahan besok (hari ini) kita sudah melakukan negosiasi dan palang kantor dibuka. Kalau terus dipalang kami tidak bisa masuk dan bekerja,” ujarnya.

Dia mengatakan tuntutan pendemo untuk menambah kuota sulit terjawab. “Apa artinya dilaksankaan seleksi kalau semua mau menuntut lulus sementara jumlah formasi sangat terbatas,” katanya.

Dalam hasil tes kompetensi dasar yang diumumkan Rabu lalu, dari 1.159 peserta formasi umum, 429 dinyatakan lolos untuk mengikuti tes kompentensi bidang. Sementara formasi khusus putra/putri Papua sebanyak 345 peserta yang lolos ke tahap selanjutnya. (CR-79)

Leave a Reply

%d bloggers like this: