Bupati Manokwari dalam sebuah kegiatan di Manokwari.

Tak Mau Dicap Pembohong Soal Pabrik Pakan Ternak, Bupati Manokwari Agendakan Temui Menperin

 MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com – Pemerintah Kabupaten Manokwari tidak patah arang meski Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah membatalkan rencana pembangunan pabrik pakan ternak di distrik Masni.

Dengan modal lahan untuk pabrik seluas 2 hektar di Kampung Matendi, SP-6, Distrik Masni yang telah dibebaskan, Pemkab akan berupaya melobi Jakarta agar melanjutkan kembali pembangunan pabrik pakan ternak tersebut.

Bupati Bastian Salabai rencananya akan bertemu langsung dengan Menteri Perindustrian yang baru Saleh Husain untuk mendorong terealisasinya pabrik dimaksud.

“Kita melakukan lobi kembali. Karena syarat utama sudah dipenuhi yaitu tanah (lokasi pabrik). Syarat itu kita sudah penuhi dan masyarakat sambut dengan sangat antusias, “ ujar Salabai di sela-sela kegiatan blusukan ke distrik Masni, Selasa (16/12).

Untuk mendukung keberadaan pabrik pakan ternak itu, Pemda melalui Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan bahkan telah memprogramkan pembukaan kebun jagung dalam skala besar di wilayah Masni dan sekitarnya.

Jika pabrik pakan ternak batal terealisasi, maka bisa dipastikan program yang telah masuk dalam master plan pembangunan pertanian Provinsi Papua dan Papua Barat itu pun menjadi sia-sia.

Di sisi lain, Pemkab Manokwari juga tidak ingin dicap sebagai pembohong oleh masyarakat. Mengingat, rencana pembangunan pabrik pakan ternak itu sudah diketahui secara luas oleh masyarakat terutama yang bermukim di kampung Matendi dan sekitarnya.

“Dan disambut baik oleh masyarakat. Mengapa ? Jika pabrik pakan ternak itu dibangun, akan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk bisa membuat kebun secara besar-besaran yaitu penanaman jagung sehingga bisa meningkatkan pendapatan masyarakat, “ lanjut Salabai.

Kemenperin membatalkan rencana pembangunan pabrik pakan ternak di Manokwari yang telah dianggarkan dalam APBN 2014. Sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan Kukuh Saptoyudo setelah bertemu dengan pihak Kemenperin, ada 2 alasan utama yang mendasari pembatalan itu.

Pertama, selama dilakukan pelelangan hingga tiga kali, tidak ada rekanan yang berminat mengerjakan proyek itu. Kedua, surat Kemenperin kepada Bupati Manokwari menanyakan sejauhmana kesiapan Pemkab Manokwari, ternyata tidak mendapat balasan hingga 3 bulan setelah surat itu dilayangkan.

Atas dasar itu, Kemenperin tidak berani mengambil resiko dan akhirnya memilih membatalkan. |ZACK TONU BALA