Salwa Saputri (8 Tahun), bocah kelas 2 Sekolah Dasar (SD Inpres) Babo, Teluk Bintuni yang menderita luka bakar karena genset rumahnya meledak sesaat setelah listrik mati.

Tak Punya Biaya, Salwa, Bocah Luka Bakar, Butuh Uluran Tangan

Berawal dari mati lampu, sang ayah kemudian menghidupkan genset. Naas genset ternyata tak memiliki minyak sehingga meledak, api menyambar Salwa Saputri (8 tahun). Bocah itu kini terbaring di rumah keluarganya di Manokwari akibat luka bakar. Ia sempat masuk RSUD Manokwari namun akhirnya keluar karena tak memiliki biaya berobat. Salwa tak terdaftar sebagai pasien BPJS.

Laporan:  ADLU RAHARUSUN


SALWA SAPUTRI
adalah Siswi Kelas 2 Sekolah Dasar (SD) Inpres Babo Kabupaten Teluk Bintuni yang menjadi korban ledakan mesin genset di rumahnya Kampung Iratutu III Distrik Babo. Saat ini hanya terbaring lemah disalah satu rumah warga yang berada di Jalan Angkasa Mulyono Amban Manokwari, lantaran tak memiliki biaya untuk mengobati luka bakar yang menyelimuti hampir seluruh tubuhnya.

Salwa Saputri hanya ditemani sang nenek, Rete, lantaran sang ayah berprofesi sebagai nelayan di Babo tengah berjuang dilautan lepas mencari nafkah dan sang ibu tengah hamil tua atau mengandung delapan bulan, tak bisa berbuat banyak.

Peristiwa yang menimpa Saputri, kisah sang nenek Rate yang ditemui di jalan Angkasa Mulyono, Kamis (02/03), berawal dari pemadaman listrik. Sang ayah yang menghidupkan genset untuk menerangi rumah tak menyadari genset tak tersisi bahan bakar. Genset pun berhasil dihidupakan namun seketika genset meledak dan api dengan cepat menyambar.

Gadis kecil yang tengah asik bermain di ruangan tengah rumahnya ini, juga ikut disambar kobaran api tersebut. Meski demikian Rate sang nenek bersukur, sang cuccu masih terselamatkan dan api berhasil dipadamkan atas bantuan warga sekitar.

“Saputri langsung dilarikan ke Puskesmas Babo, dan dirawat selama tiga hari dengan alat seadanya, karena kekurangan alat dan tim medis tidak bisa berbuat banyak saat itu. Setelah itu Puskesmas mengeluarkan rujukan ke RSUD Manokwari,“ terang sang nenek.

Kondisi Saputri saat ini lanjut Rate, sangat memprihatinkan, bahkan sang cucu tak dapat menelan makanan. Yang ada hanya menangis merintih kesakitan. Bahkan untuk menghilangkan rasa sakit yang dirasakan Saputri, tim medis Puskesmas Babo memberikan obat bius penahan sakit saat dilarikan menyeberangi laut menuju Bintuni dengan menumpang salah satu speed boat milik warga sekitar.

Sesampai di Bintuni, perjalanan dilanjutkan menuju RSUD Manokwari dengan menggunakan kendaraan roda empat selama sembilan  jam perjalanan.

“Saat tiba di RSUD Manokwari Saputri langsung ditangani tim medis. Dan dokter rumah sakit waktu itu bilang, luka ini sudah kategori stadium II perlu ditangani serius. Makanya harus dirujuk ke Makassar,” tutur Rate dengan raut wajah yang terlihat dengan penuh harapan akan kesembuhan sang cucu.

Mendengar saran dokter itu, sang nenek dan keluarga Saputri, mulai berfikir keras apa yang mesti dilakukan demi kesembuhan cucunya.  Namun Saputri yang sempat dirawat inap di RSUD Manokwari, harus kembali menginap dirumah atau kos-kosan milik kenalan sang nenek di jalan Angkasa Mulyono Manokwari Depan Kantor BPKP Papua Barat.

“Kata salah satu perawat di RSUD Maokwari saat itu, pasien yang tidak memiliki BPJS, tak bisa ditangani kecuali dia orang asli Papua, karena bisa dibiayai dengan Dana Otsus,“ tutur sang nenek sambil menitikkan air mata.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni Andreas Ciokan saat di konfirmasi media ini mengaku, akan memberikan bantuan medis kepada Salwa Saputri. Dikatakan kondisi pasien sepeti ini mestinya ditangani secara kemanusiaan.

“Meski pasien belum memiliki surat kesehatan atau BPJS, tapi golongan penanganan harus dilihat dan dipertimbangkan, masalahnya, ini kan luka bakar,” sebutnya.

Andreas mengatakan akan segera menangani bahkan secepatnya akan memberikan klarifikasi atas penanganan medis terhadap Korban. “Saya segera tangani korban jika benar itu merupakan warga Distrik Babo, melalui Pemerintah Daerah kami siap ambil alih,“ tegasnya.

Sebelumnya korban luka bakar yang jadi viral di media sosial yakni Titin yang mengalami luka bakar disekujur tubuh, atas kepedulian masyarakat dan pejabat serta pengusaha yang ada di Manokwari, saat ini korban telah dirujuk ke Jakarta dan mendapatkan perawatan yang layak. Titin juga mengalami hal yang sama yakni kekurangan biaya sehingga sebelumnya hanya di rawat seadanya. (*)

Tinggalkan Balasan