Uji laboratorium puluhan sampel takjil oleh BPOM setelah menggelar inspeksi mendadak ke sejumlah lokasi yang menjual Takjil di Manokwari, Jumat kemarin. Hasil pemeriksaan menyatakan seluruh sampel negatif bahan berbahaya.

Takjil pinggir jalan negatif bahan berbahaya

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Papua Barat melakukan pengujian sampel makanan pembuka atau takjil yang dijual disepanjang pinggir jalan kota Manokwari.

Kepala BPOM Papua Barat, Mudi Yunita Bukit kepada wartawan, Jumat (2/6) kemarin, menjelaskan, sampel takjil yang diuji jumlahnya sebanyak 70 sampel jajajan minuman dan makanan.

Rinciannya, 48 sampel diambil dari penjual takjil di sepanjang jalan Trikora Wosi dan 22 sampel takjil di sepanjang jalan Yos Sudarso, Sanggeng.

“Hasil pengujian sampelnya, semua negatif. Tidak ditemukan barang dagangan yang mengandung formalin, boraks dan bahan pangan membahayakan lainnya,” kata Yunita.

Lebih jauh dikatakan, maksud dari pemeriksaan ini adalah untuk menjamin barang dagangan yang dijual kepada masyarakat selama bulan puasa Ramadan tidak mengandung bahan berbahaya, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan lancar.

“Pemeriksaan akan dilakukan setiap minggu selama bulan puasa Ramadan,” tutup Yunita. (cr78)

Tinggalkan Balasan