Kepala Distrik Yamor, Jamsul Runtuk, S.Sos,M.Si.
Kepala Distrik Yamor, Jamsul Runtuk, S.Sos,M.Si.

Tambang Emas Ada di Tapal Batas ‘KJ’

KAIMANA, Cahayapapua.com— Kepala Distrik Yamor Jamsul Runtuk, S.Sos, M.Si angkat bicara terkait adanya penambangan emas illegal yang disebut masuk dalam  wilayah Distrik Yamor. Menurut Jamsul, hingga saat ini perbatasan antara Kabupaten Kaimana dan Kabupaten Nabire di Distrik Yamor belum ditetapkan alias KJ (kurang jelas). Olehnya aktivitas penambangan emas yang berlangsung di hutan pemisah antara Kampung Wagoha dengan Kampung Ororodo belum dapat diklaim sebagai milik Kabupaten Kaimana atau Nabire.

Kepada Cahaya Kaimana, Kamis (27/10/2016), Kadistrik membenarkan bahwa ada aktivitas penambangan emas diantara dua wilayah kampong yakni Kampung Wagoha Distrik Yamor dan Kampung Ororodo, Kabupaten Nabire. Aktivitas ini telah berlangsung sejak tahun 2013. Namun karena belum adanya patok pembatas antara wilayah Kaimana dan Nabire sehingga sulit dilakukan penertiban.

Jamsul juga menjelaskan, lokasi penambangan emas berada jauh dari ibukota Distrik Yamor. Masyarakat yang menuju ke lokasi, biasa menghabiskan waktu satu hingga dua hari di jalan dengan berjalan kaki melewati jalan rintisan alias jalur tikus. Lokasi tambang jelasnya lagi, berada ditengah hutan yang jauh dari dua kampung sehingga dibutuhkan waktu khusus untuk melakukan peninjauan tapal batas. Menurut Jamsul, upaya melakukan penambangan emas di wilayah Yamor bukan baru terjadi kali ini.

“Selain di lokasi ini, pernah juga ada pengusaha yang masuk dengan membawa peralatan lengkap untuk mengelola tambang emas. Tapi karena lokasinya benar-benar ada di wilayah Distrik Yamor, kami mengusirnya dan mereka mundur. Tapi yang ini agak susah karena lokasinya berada diantara dua kampung perbatasan Kaimana dan Nabire. Kita belum bisa mengklaim ini sebagai milik Kaimana karena garis batasnya belum dipatok,” terang Jamsul.

Lebih jauh ia menjelaskan, terkait garis batas, pemerintah Kabupaten Kaimana dan Nabire sedang berkoordinasi terkait penyelesaian tapal batas. Pihaknya sudah diperintahkan Bupati Kaimana untuk melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Nabire. Pertemuan sudah dilaksanakan, namun belum ada eksekusi terhadap hasil pembicaraan. Jamsul juga sesali adanya pihak yang menyebut Kepala Distrik Yamor tidak pernah berada di tempat.

“Kami selalu ada di distrik, kalau pun ke kota itu karena ada urusan dinas. Terkait tapal batas, kami sudah bertemu Pemerintah Kabupaten Nabire sesuai perintah Bapak Bupati. Sudah ada pembicaraan, tetapi belum ada eksekusi. Kami juga sudah berusaha menuju lokasi yang menjadi titik perbatasan itu, tetapi karena banjir kami putuskan mundur dan menunda untuk sementara waktu. Persoalan ini memang harus segera diatasi karena masalah batas ini bukan hanya batas antar kabupaten, tetapi juga antar Provinsi Papua dan Papua Barat,” pungkasnya. (ISA)

Tinggalkan Balasan