Tim gabungan menemukan korban penambang emas di Masni, Wawan, terbujur kaku di tepi sungai, berjarak sekitar 500 meter dari Bendungan, Sabtu (11/11) lalu. Korban yang hilang terseret arus di muara sungai Kampung Waserawi Sejak Senin (6/11) lalu itu, ditemukan dalam posisi terjepit di batang pohon dengan menggunakan celana pendek dalam kondisi tubuh nyaris telanjang.

Tambang emas ilegal di Masni makan korban, penambang ditemukan tewas

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Penambang emas liar yang hanyut di muara sungai Kampung Waserawi Distrik Masni Kabupaten Manokwari, ditemukan tewas di Sungai Wariori.

Kepala Kantor Sar Nasional Manokwari Ludiyanto di Manokwari, Minggu mengatakan, korban yang diketahui bernama Wawan bersebut terbujur kaku di tepi sungai Wariori Masni.

“Alhamdulillah, usaha tim Sar gabungan berbuah hasil. Melalui penyisiran secara terus menerus, akhirnya korban ditemukan Sabtu sekitar pukul 14.15 waktu setempat,” kata dia.

Sejak awal, pencarian ini mengalami beberapa kesulitan. Selain cuaca buruk, dari awal saksi atau pelapot tidak memberi informasi secara terperinci terkait peristiwa tersebut.

Kendati demikian, tim gabungan yang terdiri dari personil Basarnas, Polri, TNI, Rapi dan Orari tak kurang akal.

“Kami terus berkoordinasi, tim kita bagi dalam dua regu. Masing-masing bergerak ke arah hulu dan hilir,” katanya.

Dia menjelaskan, pada Sabtu (11/11), pukul 13.00 WIT  tim gabungan bergerak dari Posko menyisiran. Tim yang dipimpin Kapten Samuel Manutune pun menemukan korban terbujur kaku di tepi sungai.

“Berjarak sekitar 500 meter dari Bendungan. Korban ditemukan dalam posisi terjepit di batang pohon dengan menggunakan celana pendek dan badan telanjang,” katanya.

Setelah di evakuasi, lanjutnya, korban dibawa ke Puskesmas dan ke rumah duka di SP I Prafi.

Kapolsek Masni Ipfa Slamet Wibowo pada wawancara secara terpisah mengatakan, saat ditemukan kondisi tubuh korban sudah membengkak dan kulit mulai mengelupas serta mengeluarkan bau tak sedap.

“Selama ini baik dari TNI maupun Kami dari Polsek Masni sudah melarang pencarian emas di Kampung Waserawi. Tapi mereka nekad. Jalur menuju lokasi penambangan pun banyak sehingga sulit untuk menghentikan mereka secara maksimal,” pungkasnya.

Wawan merupakan warga Jawa yang tumbuh besar di Palopo Sulawesi Selatan. Ia hanyut sejak Senin (6/11) bersama rekanya Ganden yang juga penambang liar. Pada peristiwa itu Ganden berhasil menyelamatkan diri dan Wawan hanyut terbawa arus.

Wawan rencananya akan dimakamkan malam ini (kemarin malam, red) setelah diserahkan kepada orang tuanya Sama’u warga SP 1 Distrik Prafi Manokwari. Kondisi korban sudah tidak bisa bertahan lama sehingga keluarganya memutuskan untuk segera dimakamkan di TPU Prafi.

Aktivitas pertambangan emas di Masni sebelumnya telah ditutup Polda Papua Barat dengan membentuk tim gabungan yang juga melibatkan TNI, namun hal itu tidak menyurutkan para pendulang emas. Dengan berbagai cara mereka kembali mendulang di lokasi tersebut. (mar)

Tinggalkan Balasan