Aktivitas Tambang Emas Ilegal Wariori, Manokwari. (Doc.Cahayapapua)

Tambang ilegal Wariori: Dua tersangka tak ditahan

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Kepolisian Daerah Papua Barat resmi menyerahkan seluruh tersangka kasus penambangan emas ilegal Wariori, Distrik Masni, Kamis (13/7). Dari seluruh tersangka, dua tidak ditahan karena mereka disebut sakit.

Penyerahan tersangka tahap terakhir yang berjumlah 7 orang dilakukan Kamis kemarin. Mereka adalah Hein Tanaro, Hakim Ahmad, Syamsul Bahari Palu, Ramli, Rupidi, Antoni dan Sony.

Dua nama terakhir yang merupakan penadah, tidak ditahan karena alasan mengalami sakit jantung, sementara yang lainnya telah ditahan di Lapas Kampung Ambon.

Para tersangka ini diserahkan penyidik Reserse Kriminal Umum, Polda Papua Barat, kepada jaksa peneliti Kejaksaan Tinggi Papua yang berlangsung di Kantor Kejaksaan Negeri Manokwari.

Kepala Kejaksaan Negeri Manokwari, Agus Joko Santoso membenarkan tak ditahannya dua tersangka atas nama Antoni dan Sony. “Kami tidak mau ambli resiko menahan kedua tersangka penadah hasil tambang emas illegal karena mereka sakit jantung. Ada belahan bekas operasi di dada tersangka,”  kata Agus kepada pers.

Pertimbangan tak menahan kedua tersangka karena alasan sakit juga dilakukan Polda Papua Barat. “Jika Polda Papua Barat menahan kedua tersangka Antoni dan Sony ini, kami pun akan menahan mereka,” tambah Agus.

Selain ketujuh tersangka tersebut, tiga tersangka atas nama Jumardin alias Kumis, Raman Lama dan Alam telah diserahkan Jumat (7/7) pekan lalu. Mereka juga telah ditahan di Lapas.

Joko mengatakan berkas para tersangka yang memiliki peran berbeda-beda dari penambang, pemodal, hingga ke penadah ini telah dinyatakan lengkap, dan mereka kini menunggu persidanga perdana di Pengadilan Negeri Manokwari dalam beberapa waktu kedepan.

Sebelumnya Kejaksaan mengatakan akan meninjau langsung barang bukti sebuah helikopter yang dipakai dalam operasional penambangan emas ilegal di Wariori untuk melengkapi bukti sebelum sidang. Helikopter tersebut diketahui akan dipinjam pakaikan ke pemiliknya karena alasan biaya perawatan.

Selain itu Kejaksaan telah menerima sejumlah barang bukti lain berupa uang tunai Rp 900 juta dan 2,6 kilogram emas yang diduga merupakan hasil dari aktivitas tambang ilegal tersebut.

Para tersangka disangkakan dengan pasal 158 dan 161 UU RI No. 4 tahun 2009 tentang Mineral dan Batu bara (Minerba). (one)

Tinggalkan Balasan