Tanggul bendungan kali Tuarai yang mengairi ratusan hektar sawah di Distrik Manimeri, Kabupaten Teluk Bintuni, kembali jebol akibat banjir. Hingga kini belum ada perbaikan.

Tanggul Bendungan Kali Tuarai Bintuni Kembali Jebol

BINTUNI, Cahayapapua.com—— Tanggul bendungan kali Tuarai yang mengairi ratusan hektar sawah di Distrik Manimeri, Kabupaten Teluk Bintuni, kembali jebol.

Dampaknya ratusan hektar sawah di kampung Waraitama dan Banjar Ausoy yang mulai memasuki musim tanam terancam alami kekeringan.

Sebelumnya tanggul itu pernah jebol pada pertengahan Januari 2016. Terima laporan masyarakat, Penjabat Bupati lalu menginstruksikan Dinas PU setempat dibantu Tim Ekspedisi dan petani, melakukan pembersihan jaringan irigasi sekaligus membuat tanggul darurat.

“Tanggung kembali jebol sepanjang 60 meter akibat hujan deras belakangan ini. Tapi masuk bulan Juni nanti akan memasuki musim panas, tentu bisa berdampak pada hasil panen,” kuatir para petani.

Data yang diperoleh media ini, tercatat sekitar 485 hektar lahan sawah. Rinciannya 185 hektar di Kampung Waraitama dan 300 hektar di Kampung Banjar Ausoy. Untuk luas lahan yang digarap sekitar 123 hektar, 122 hektar lahan ditinggal petaninya , sedangkan lahan cetak baru sebanyak 240 hektar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Emba Rantelino saat dikonfirmasi soal kerusakan tanggul irigasi kali Tuarai, enggen berbicara banyak.

“Soal tanggul di kali Tuarai merupakan tanggungjawab Balai Perairan Dinas PU Provinsi Papua Barat. Kami tidak punya kewenangan memperbaikinya. Informasi yang saya terima tahun 2016 ini akan diperbaiki oleh Balai Perairan,” ungkap Emba Rantelino saat ditemui di halaman kantor Bupati, Senin (9/5/2016) usai apel.

Pantuan koran ini, tanaman padi yang baru ditanam nampak kekurangan air, bahkan sebagian petani yang frustasi atas kondisi ini membiarkan lahan sawahnya begitu saja tanpa perawatan. (ART)

Tinggalkan Balasan