Salah satu unsur pimpinan DPR PB menandatangani dokumen APBD Papua Barat tahun 2015 disaksikan gubernur dan wakil gubernur Papua Barat. Foto: CAHAYAPAPUA.com | Toyiban

Target Pendapatan Papua Barat Bertambah 243 Miliar, Belanja 200 Miliar

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Pihak eksekutif dan legislatif Papua Barat akhirnya bersepakat mengubah target pendapatan APBD 2015, dari Rp. 5,9 triliun lebih menjadi Rp. 6 triliun lebih atau bertambah Rp. 243 miliar lebih.

Target belanja daerah juga meningkat dari Rp. 6,2 triliun lebih menjadi Rp. 6,4 triliun lebih atau bertambah Rp. 200 miliar. Perubahan ini terjadi dalam sidang RAPBD Papua Barat yang digelar di gedung DPR Papua Barat Jalan Siliwangi, Manokwari, sejak Sabtu (19/12/2014), hingga Selasa (23/12/2014).

Pemerintah mematok pendapatan dari Pendapatan Asli Daerah Rp. 289 miliar. PAD dari pajak ditargetkan Rp. 231 miliar, dana hasil retribusi daerah Rp. 1.5 miliar, pengelolaan hasil kekayaan daerah Rp. 20 miliar dan dari sumber yang sah Rp. 37 miliar lebih.

Untuk pendapatan dari Dana Perimbangan ditargetkan Rp. 3 triliun yang bersumber dari bagi hasil pajak dan bukan pajak Rp. 1,6 triliun lebih, Dana Alokasi Umum Rp. 1,2 triliun lebih, serta dana alokasi khusus Rp. 75 miliar lebih.

Pendapatan lain-lain sebesar Rp. 2,7 triliun bersumber dari dana penyesuaian dan otonomi khusus.

Sementara untuk belanja daerah, pemerintah berencana memakai Rp. 3,4 triliun lebih untuk belanja tidak langsung dan Rp. 2,9 triliun lebih untuk belanja langsung.

Belanja tidak langsung terdiri dari belanja pegawai Rp.322 miliar lebih, belanja hibah Rp. 484 miliar lebih, belanja Bansos Rp. 42 miliar lebih dan belanja bagi hasil kepada provinsi, kabupaten/kota dan pemerintah desa Rp. 1 triliun 62 miliar lebih. Pemerintah juga akan mengeluarkan belanja bantuan keuangan kepada provinsi, kabupaten/kota, dan pemerintah desa sebesar Rp. 1,5 triliun lebih. Pemerintah mematok belanja tak terduga Rp. 15 miliar.

Belanja langsung berupa belanja pegawai Rp.145 miliar, belanja barang dan jasa Rp. 1,2 triliun dan belanja modal Rp. 1,5 triliun.

Pemerintah menyatakan Papua Barat akan mengalami defisit anggaran Rp. 323 miliar lebih pada tahun anggaran 2015.

Selain belanja, Pemerintah Papua Barat tahun anggaran 2015 masih mendapat penerimaan pembiayaan sebesar Rp. 403 miliar lebih dari berasal dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun 2014.

Menurut pemerintah, pembiayaan daerah tahun anggaran 2015 ini akan mencapai Rp. 80 miliar, yang dialokasikan sebagai penyertaan modal atau investasi pemerintah daerah.

Pemerintah juga menyatakan pembiayaan Netto Papua Barat tahun anggaran 2015 mencapai Rp. 323 miliar lebih, sementara sisa lebih pembiayaan anggaran tahun 2015 kemungkinan Rp. 19 juta lebih. |TOYIBAN

Tinggalkan Balasan