Tarian Mananwir yang Ditampilkan Tim Tari RRI Manokwari pada Malam Grand Final Bintang Radio 2014 tingkat Nasional di Kupang, 18 Oktober di Hotel Grand Mutiara Kupang. Foto:CAHAYA PAPUA|Zack Tonu Bala

Tarian Mananwir ‘Panaskan’ Panggung Grand Final Bintang Radio

KUPANG, CAHAYAPAPUA.com-  Kabupaten Manokwari, termasuk pula seluruh Papua boleh saja tidak memiliki wakil di babak grand final Bintang Radio 2014  tingkat nasional dan ASEAN di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Namun, penampilan tim kesenian dari LPP RRI Manokwari yang membawakan tarian Mananwir membuat panggung grand final  Bintang Radio yang disiarkan secara live oleh RRI dan TVRI itu dari  hotel Grand Mulia Kupang, Sabtu (18/10) menjadi terasa jauh lebih  heboh.

Penampilan atraktif yang disuguhkan para pemain musik dan penari yang terdiri atas 30 orang benar-benar membuat ‘panas’ situasi di ball room hotel Grand Mulia. Sejak awal tampil hingga penghujung, tarian Mananwir yang merupakan special performance karena sesungguhnya tidak terdaftar dalam mata acara yang ditampilkan pada malam grand final, mendapat antusiasme cukup tinggi dari para pengunjung.

Ini terlihat dari aplaus panjang yang terus terdengar di sepanjang penampilan, juga kilatan lampu kamera baik dari kamera foto maupun kamera handphone yang nyaris tidak pernah berhenti sepanjang anak-anak Manokwari itu beraksi di atas panggung.

Direktur Utama LPP RRI Rosarita Niken Widiastuti mengaku dirinya sangat menikmati tarian khas Papua tersebut. Menurut Niken, tarian etnik tersebut membuka mata masyarakat bahwa betapa Indonesia ini sangat kaya dengan budaya dan kesenian daerah yang tidak saja indah tapi penuh inspirasi.

“Budaya yang dibawah dari Manokwari ini betul-betul sangat indah dan dinamis. Saya bisa mengikuti dengan baik tarian itu menggambarkan pengukuhan kepala adat. Ini sangat sesuai dengan situasi Indonesia yang saat ini sedang menantikan pelantikan pemimpin negara yang baru, “ kata Niken di Bandara El Tari Kupang sebelum bertolak menuju Jakarta, Minggu kemarin.

Dia pun memberi apresiasi serta penghargaan yang tinggi kepada Pemkab Manokwari yang telah mendukung penuh RRI sehingga bisa menampilkan tarian etnik Papua di Kupang.

“Perhatian dari bapak Bupati Manokwari sungguh luar biasa, saya memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi, “ lanjutnya.

Direktur program dan produksi LPP RRI Kabul Budiono juga mengaku sangat menikmati tarian Mananwir. Penampilan tim kesenian dari RRI Manokwari menurutnya menjadi kejutan yang membuat final Bintang Radio 2014 menjadi lebih hidup dan berwarna.

“Itu luar biasa tarian dari Manokwari. Itu cerminan masyarakat membangun sesuatu yang luar biasa dan ini patut perlu terus dikembangkan, “ kata Budiono.

Bastian Salabai mengaku bangga budaya tanah Papua khususnya Manokwari bisa ditampilkan dalam ajang bertaraf nasional maupun ASEAN. Terlebih karena tarian Mananwir mengisahkan tentang tata cara pemilihan hingga pengukuhan kepala suku/adat dalam tradisi suku Doreri dan Arfak, dua suku asli terbesar di Manokwari.

”Ini memberikan inspirasi kepada saya sebagai bupati untuk melihat tarian ini sebagai bagian dari budaya yang harus terus dipertahankan, “ kata Salabai di tempat yang sama.

 

Jakarta dan Palu Terbaik

Grand Final Bintang Radio 2014 akhirnya menjadi milik Billy Talahatu wakil dari RRI Jakarta serta Sisca Christin Dama dari RRI Palu. Keduanya menjadi yang terbaik masing-masing untuk kategori pop hiburan pria dan pop hiburan wanita.

Wakil dari RRI Kupang Mario Gerardus Klau menempati posisi runner up diikuti Muhamad Abdillah dari Bandung. Untuk kategori pop hiburan wanita, Shella Ikhfa Amalia dari RRI Banjarmasin menjadi runner up diikuti Riska Wulandari dari RRI Makasar.

Kategori keroncong pria, juara I diraih Panji Kusumo dari RRI Semarang diikuti Idel Saputro dari RRI Palembang dan Ibrahim Syah dari RRI Jakarta. Kategori perempuan, Ni Made Dyah dari RRI Denpasar menjadi yang terbaik diikuti Nadia Rani Sekar dari RRI Jogjakarta dan Radiatul Adalia dari RRI Medan.

Untuk tingkat ASEAN, Wanita ; Nur Hazima dari Malaysia menjadi yang terbaik diikuti Bening Septaria dari Indonesia dan Antonio Moises dari Timor Leste. Pria ; Priyo Dicky Renandi dari Indonesia menjadi jawara diikuti Tuan Izzat dari Malaysia di tempat kedua dan Ventura Maia dari Timor Leste di tempat ketiga.

Grand Final Bintang Radio dibuka oleh gubernur NTT Frans Lebu Raya yang diwakili oleh Wali Kota Kupang Jonas Silean. Selain direktur utama RRI, acara ini juga dihadiri 83 kepala RRI dari seluruh Indonesia. Puncak kompetisi Bintang Radio 2014 dimeriahkan pula dengan penampilan penyanyi legendaries asal NTT Obbie Mesakh serta penampilan orchestra Sasando.Adapun grand final Bintang Radio 2015 diputuskan berlangsung di provinsi Jambi. |ZACK TONU BALA

Tinggalkan Balasan