ilustrasi

Tasya dan Agus Aun Pertama Kali Ditemukan Pemuda 14 Tahun

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Agustinus Aun dan Tasya Sapulete, mahasiswa UNIPA yang tewas mengenaskan di pantai Kampung Pami, akhir Oktober silam, pertama kali ditemukan seorang saksi EF, berumur 14 tahun, orang yang mengaku tinggal di lingkungan yang sama dengan korban.

Ini terungkap dalam sidang perdana terdakwa kasus yang menyeret Agustinus Awom dan Maikel Mihel Mandacan sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Manokwari, Kamis (9/3). Jaksa Penuntut Umum Kejari Manokwari menghadirkan dua saksi dalam sidang perdana kasus ini, EF dan Ati (30 tahun).

EF mengaku pertama kali menemukan kedua korban dalam keadaan tergeletak bersimbah darah di semak-semak di pantai Kampung Pami, saat hendak mencari kayu bakar bersama rekannya di sekitar lokasi tersebut.

Saat itu waktu sudah hampir larut, namun ia mengaku masih melihat kedua korban sempat bergerak. Ia dan rekannya tidak bisa berbuat banyak dan segera keluar dari area itu, lalu menghentikan angkot dan melaporkan peristiwa tersebut ke kantor polisi terdekat.

Dalam video yang beredar di publik beberapa saat setelah peristiwa tersebut terjadi, kedua korban terlihat tergeletak di semak-semak dalam keadaan tidak berdaya. Tasya terlihat sudah tidak bergerak sementara Agustinus Aun masih bergerak.

Sementara itu saksi Ati memberikan pengakuan tentang kedua terdakwa beberapa jam sebelum peristiwa tersebut terjadi, tepatnya sekitar 09.00 pagi. Ati mengaku sempat melihat Maikel dan Agustinus Awom karena saat itu mereka membeli dua botol cap tikus atau CT di kedai miliknya.

Maikel bersama Agustinus Awom saat itu dikatakan terlihat turun dari mobil taksi warna hijau untuk membeli CT. Namun ia mengaku sama sekali tak mengenal keduanya.

Kesaksian Ati dibantah Maikel. Terdakwa mengklaim ia sama sekali tidak bersama Agustinus Awom saat membeli Miras maupun terlibat dalam pembunuhan kedua korban.

Jaksa Penuntut umum (JPU) Petra Wonda saat membacakan dakwaan menyatakan ditubuh Agustinus Aun dan Tasya Tanesia Sapulete terlihat luka di bagian kepala dan kaki.  Jaksa menyatakan korban dihabisi menggunakan sebilah parang usai berpesta miras di dekat lokasi mereka menganiaya kedua korban.

Dalam sidang kemarin, puluhan aparat kepolisian bersenjata lengkap diturunkan untuk mengamankan proses persidangan. Keluarga dan kerabat korban juga terlihat hadir menyaksikan jalannya persidangan.

Kedua terdakwa dijerat pasal 338 dan 340 KUHP, jo pasal 55 ayat 1 KUHP, terkait pembunuhan dan perbuatan dilakukan keduanya secara bersama sama. Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan menghadirkan 6 saksi dengan agenda pemeriksaan. (ONE)

Tinggalkan Balasan