Tekan Kesenjangan Harga, Infrastuktur Papua Barat Terus Digenjot

MANOKWARI, Cahayapapua.com–– Pemerintah pusat terus menggenjot pembangunan sejumlah Infrastruktur dan Transportasi di wilayah Provinsi Papua Barat (PB).

“Selama dua tahun ini pembangunan infrastruktur perhubungan di PB terus dilakukan, terutama perhubungan Laut dan Udara,” kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika PB Bambang Heriawan Soesanto, Jumat (28/10).

Pada akhir tahun 2015 lalu, kata dia, Presiden Joko Widodo luncurkan program tol laut untuk wilayah Indonesia Timur. Sorong dipilih sebagai pintu gerbang Tol Laut di wilayah timur.

Sebagai bukti mendukung program tersebut,dengan pengembangan Dermaga dan Pelabuhan Petikemas pun dilakukan baik di Sorong maupun Kota Sorong.

“Program ini salah satu tujuannya menekan disparitas atau kesenjangan harga antara wilayah terpencil di sini (Papua dan PB red) dengan daerah lain,” ucapnya.

Dikatakannya, program ini akan terus dikembangkan sehingga bisa menjangkau daerah yang selama ini belum dilalui Kapal Tol Laut, seperti Pelabuhan Oransbari, Manokwari Selatan dan Babo Teluk Bintuni,” terangnya.

Dia menuturkan, perhatian pemerintah pusat pda PB cukup besar. Pada dua tahun awal memimpin, presiden pun fokus mengembangkan sejumlah bandar udara (Bandara) di PB. Diantaranya, pengembangan Bandara Dominie Edward Osok (DEO) dan Bandara Rendani Manokwari.

“Pengembangan bandara DEO masih berlangsung, termasuk perpanjangan runway. Perpanjangan runway Bandara Rendani pun sudah disetujui Kementerian Perhubungan, dan pembangunanya menunggu pembebasan lahan,” imbuhnya.

Pemerintah pusat juga bertekad mengembangkan Bandara Waisay Raja Ampat. Presiden ingin, bandara tersebut bisa melayani jalur penerbangan langsung dari bandara-bandara besar di luar PB.

“Diupayakan agar penerbangan bisa dilakukan langsung dari Ujung Pandang (Makassar) ke Raja Ampat, atau Manado-Raja Ampat dan Denpasar-Raja Ampat. Langkah ini untuk mendukung pengembangan Pariwisata Bahari di daerah tersebut,” urainya.

Dia menyebutkan, pemerintah Raja Ampat sudah menyerahkan Aset Bandara Waisay kepada Kementerian Perhubungan. Ia Optimistis pembangunan Bandara tersebut akan segera dimulai.

Selain Raja Ampat, lanjutnya, hal yang sama sudah dilakukan pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan. Belum lama ini, pemerintah daerah menyerahkan aset lapangan terbang Abbreso Ransiki kepada Kementerian Perhubungan.

Menurut dia, masyarakat setempat cukup mendukung program ini. Pada penyerahan aset tersebut, masyarakat adat menyerahkan lahan seluas 600 hektere dilokasi tersebut untuk pengembangan bandara.

Dia menambahkan, pemerintah pusat pun siap membangun Bandara baru di Kabupaten Teluk Wondama. Masyarakat adat setempat telah menyerahkan lahan kepada Kementerian dan saat ini lahan tersebut sedang dalam tahap studi kelayakan.

Kepala Suku Besar Masyarakat Arfak, Dominggus Mandacan pada wawancara secara terpisah mengatakan, pemerintah pusat sudah mengelontorkan program pembangunan cukup banyak untuk membangun PB.

Ia mengajak seluruh kepala daerah Kabupaten/Kota menyambut itikat baik pemerintah pusat tersebut.  Ia juga berharap, pemerintah terus mendorong pembangunan di daerah tersebut, terutama infrastruktur di daerah-daerah tertinggal dan pedalaman Teluk Bintuni, Pegunungan Arfak, Maybrat dan Tambrauw.

Terakhir dikatakannya, infrastruktur masih menjadi kendala utama pembangunan daerah. Peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan serta peningkatan ekonomi masyarakat masih terkendala masalah infrastruktur. (IBN)

Tinggalkan Balasan