Site LNG Tangguh di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.

Teluk Bintuni Dorong BP Tangguh Taat Amdal

MANOKWARI, Cahayapapua.com—– Bupati Teluk Bintuni Pietrus Kasihiw menekankan British Petrolium (BP) Tangguh dan beberapa perusahaan mitra lain mentaati kesepakatan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) di daerah tersebut.

Ditemui di Manokwari beberapa waktu lalu bupati mengatakan, kehadiran para investor  tersebut harus membawa berkah dan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat.

“Itu keinginan saya satu-satunya, bukan menjadi bencana. Saya akan terus membangun komunikasi intensif dengan BP, agar manfaat positif yang begitu besar kiranya bisa diperoleh masyarakat,”kata dia.

Bupati mengakui pemerintah Teluk Bintuni, harus belajar dari investasi PT Freeport di Kabupaten Timika, Papua. Ia tak mau, investasi kilang liquefied natural gas (LNG) atau gas alam cair di daerah merusak alam dan berujung pada bencana alam maupun sosial.

Bupati tak ingin ekosistem alam rusak akibat eksploitasi gas yang dilakukan perusahaan. Ia pun tak mau masyarakat mengalami goncangan sosial, melainkan harus mengalami pertumbuhan ekonomi dari kehadiran para investor tersebut.

“Hadirnya BP harus menjadi Multi Player Effect, harus ada dampak ganda. Seperti tenaga listrik yang memadai sehingga seluruh pelosok dari kota dan perkampungan di daerah kita terang,” ujarnya lagi.

Sumber daya listrik di Teluk Bintuni sangat dibutuhkan untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat melalui usaha industri rumah tangga.

Dia berharap Teluk Bintuni memperoleh kuota listrik yang cukup dari perusahaan asal Inggris tersebut. “Kalau Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) bikin program Indonesia Terang. Kita pun harus bisa membuat program Teluk Bintuni Terang,” ujarnya menambahkan.

Beberapa waktu lalu Manajemen BP Tangguh bersama Bupati Teluk Bintuni menggelar pertemuan di Manokwari, membahas rencana pembangunan rumah warga di Distrik Weriagar dan Tomohu.

“Terkait program kelistrikan akan kita bahas dalam pertemuan berikutnya. Masih banyak yang harus dibahas bersama perusahaan,” sebutnya.

Dia menyebutkan, nilai investasi pada proyek kilang gas dan minyak bumi pada train-3 kedepan sebesar 8 miliar dolla Amerika Serikat. Investasi tersebut harus bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal.

Bupati berharap perusahaan menyiapkan kuota 70 persen bagi tenaga kerja lokal. Sehingga, kehadiran mampu menekan angka pengangguran di Teluk Bintuni dan Papua Barat secara umum.

“Saat ini untuk anak-anak asli Bintuni belum banyak terutama untuk tenaga-tenaga terampil. Kami akui, hal ini karena terbatasnya sumber daya manusia di daerah kami,” pungkasnya. (IBN)

Tinggalkan Balasan