Kapal pengangkut BBM ilegal yang dioperasikan CV Ardian Wondama milik La Muni.

Solar Ditangkap Polisi, Listrik di Wondama Mati Total

WONDAMA,CAHAYAPAPUA.com –Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Kabupaten Teluk Wondama kini tak bisa beroperasi maksimal, menyusul ketiadaan suplai bahan bakar minyak (BBM). Alhasil hasil tangkapan nelayan yang berlebih terbuang sia –sia akibat mesin pendingin untuk mengawetkan ikan tidak berfungsi.

“Ikan jadi busuk karena es batu untuk mengawetkan ikan tidak bisa diproduksi,” keluh Wellem Imburi yang kesehariannya berprofesi sebagai nelayan kepada Cahaya Papua, Jumat (4/9).

Ia berharap stok bahan bakar untuk PLTD bisa segera dicari solusinya agar listrik dapat kembali normal.
“ Di Wondama ini kita (warga) sampai sudah terbiasa dengan hidup dalam kegelapan. Jadi pantas dapat KIS atau Kartu Indonesia Sabar,” sindirnya.

Sementara itu, Bupati Teluk Wondama DR. Drs. Alberth H. Torey, MM saat dikonfirmasi wartawan usai pertemuan dengan jajaran Polres Wondama Rabu, (2/9) lalu mengakui, jika kekurangan stok BBM membuat PLTD tidak berfung secara normal.

“ Saya juga heran kenapa listrik padam belakangan ini, makanya saya tanyakan soal itu kepada Kadis Perindagkop,” ujar Bupati.

Ditanya soal alokasi BBM yang tidak terdistribusi menyusul ditangkapnya kapal muatan BBM miliki pengusaha asal Wondama, Bupati Torey enggan bicara banyak. “Soal itu kami akan koordinasikan dengan Kapolres Manokwari dulu, “ singkatnya.

Meski begitu, Bupati Torey menyanyangkan apabila terjadi manipulasi bisnis pengadaan BBM. “Kalau bisnis jalankan lah secara benar, jangan seperti ini sehingga buat resah kita semua,” tukasnya.

Hingga berita ini dirilis, gemuruh mesin genset bersahut – sahutan saat malam menjelang. Hal itu menjadi pilihan masyarakat yang mampu agar rumah mereka bisa terang benderang. |ADLU
RAHARUSUN