Truk Sampah

Teluk Wondama Hanya Punya 1 Truk Sampah

WASIOR, Cahayapapua.comArmada sampah yang dimiliki Pemkab Teluk Wondama ternyata sangat tidak sebanding dengan volume sampah yang dihasilkan setiap hari. Hingga kini, hanya ada satu truk pengangkut sampah. Kondisinya pun sudah sering rusak karena termakan usia.

Tidak heran, tumpukan sampah hampir setiap hari terlihat memenuhi tempat penampungan sampah yang berada di pinggir jalan di depan kompleks perumahan Pemda di Manggurai.

Bau busuk serta lalat-lalat yang berterbangan seperti sudah menjadi pemandangan umum yang selalu dirasakan saat melintas di kawasan itu. Petugas dari Badan Lingkungan Hidup selaku instansi yang mengurus sampah pun dibuat kewalahan.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Yohanes Auri mengakui, truk angkut sampah yang hanya satu unit sama sekali tidak sebanding seiring dengan makin meningkatnya volume sampah terutama sampah rumah tangga.

“Armada (sampah) sangat-sangat tidak memadai. Kita baru satu unit, dan sekarang sudah rusak-rusak. Seharusnya paling sedikit 3 unit (truk angkut sampah), “ ujar Auri kepada Cahaya Papua di perkantoran Pemda di Rasiei, beberapa hari lalu.

Untuk itu di samping berharap ada penambahan armada sampah, kata Auri, yang juga mendesak adalah Peraturan Daerah (Perda) sebagai payung hukum pengelolaan sampah. Ini agar ada kepastian bagi masyarakat di mana dia harus buang sampah, jam berapa, berapa banyak dan hal lainnya termasuk sangsi apa yang akan diterima jika melanggar.

“Dengan adanya Perda sampah masyarakat bisa dikenakan retribusi sampah sehingga ada pemasukan untuk PAD, “ ucap Auri yang menyebutkan draf Perda Sampah telah dipersiapkan tinggal di dorong ke DPRD.

“Mungkin dalam waktu dekat, dalam sidang non APBD ini akan kita dorong ke sana. Kita harap setelah itu disetujui ada Perbup untuk pegangan kita untuk aplikasi kita di lapangan, “sambung Auri.

Sementara terkait kontainer sampah yang sampai sekarang ini masih diletakan di pinggir jalan utama di Manggurai, Auri berdalih pihaknya terpaksa menempatkan  di sana karena kesulitan mendapat lahan yang pas untuk dijadikan sebagai TPS.

“Kita harus cari di tengah-tengah agar masyarakat dari mana-mana mudah untuk buang sampah.  Kalau tempat di pinggiran banyak, tapi nanti masyarakat di Manggurai sini mau buang sampah harus ke Rado, itu yang menjadi kendala, “ imbuh Auri. |ZACK TONU BALA

Tinggalkan Balasan