Anggota Polda Papua Barat saat melakukan razia di salah satu Tempat Hiburan Malam (THM) karaoke di kota Manokwari Selasa malam lalu. Polisi menemukan 23 botol minuman keras (Miras) impor dari razia tersebut.

Tempat karaoke di Manokwari tidak hiraukan peringatan Demas

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Sejumlah Tempat Hiburan Malam (THM) karaoke di Manokwari, tidak menghiraukan larangan Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan agar tidak menjual minuman keras di tempat karaoke.

Demas pada Senin lalu memanggil para pemilik THM karaoke di Manokwari setelah sejumlah ladies karaoke Double Qyu, kedapatan memakai seragam sekolah menyambut tamu dan menengak minuman keras (Miras) yang mengundang kecaman publik. Dalam pertemuan itu, Demas mengingatkan agar mereka tidak menjual atau melakukan transaksi minuman keras.

Peringatan orang nomor satu di Manokwari ini rupanya tidak berefek. Buktinya, hanya berselang satu hari, tepatnya pada Selasa (19/9) lalu, sejumlah tempat karaoke di Manokwari kedapatan memiliki dan menyimpan Miras.

Aktivitas mereka menyimpan Miras terbongkar ketika Polda Papua Barat melakukan razia sejumlah tempat karaoke pada malam itu, seperti terpantau di tempat karaoke The Champion yang beralamat di Esau Sesa pada Selasa malam sekitar pukul 23.00 WIT.

Polda Papua Barat menyatakan, pada malam itu, mulai dari pukul 22.00 WIT, mereka menyisir 4 tempat karaoke dan 1 gudang. Hasilnya mereka menemukan puluhan botol Miras seperti Wine Martel dan Black Label. Tidak jelas Miras ilegal tersebut dipasok dari mana.

“Kami temukan Miras di tempat karaoke Las Vegas 13 botol Wine Martel dan 2 botol Black Label, sementara di Double Qyu ditemukan 8 botol Black Label. Di Karaoke Qishel dan The Champion, polisi tidak menemukan Miras,” kata Kabid Humas Polda Papua Barat AKBP. Hari Supriyono, Rabu (20/9).

Direktur Reserse Narkoba Polda Papua Barat Kombes Pol Bambang Ponco Sutiarso menambahkan, operasi tersebut merupakan tindaklanjut dari operasi Antik Mansinam 2017 dengan menyasar peredaran obat terlarang maupun minuman keras yang ada di wilayah hukum Polda Papua Barat. “ Operasi ini bukan hanya di Manokwari, tapi berlaku juga di Kota Sorong dan di  kabupaten lainya di Papua Barat,” kata Bambang Ponco.

Ponco mengatakan, sesuai dengan atensi Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Rudolf Albert Rodja, Manokwari sebagai kota suci umat Kristiani harus betul-betul bersih dari Miras dan obat terlarang. Operasi ini, lanjut Ponco, menyasar THM top bahkan yang kecil.

“Operasi ini kita gelar secara berkesinambungan. Berikutnya akan kita lakukan lagi. Jadi yang kita lakukan ini bukan mendadak tapi sudah direncanakan sebelumnya,” kata Ponco.

Dia mengatakan selain Miras, pihaknya sedang melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang terindikasi untuk ditetapkan sebagai tersangka. Meski demikian, saat ditanya soal siapa saja yang bakal ditetapkan jadi tersangka, Ponco menyebut penyidikan membutuhkan waktu.

“Saya tadi belum hafal inisial, tapi nanti penyidik yang akan menyampaikan, karena kita kan waktu mendesak,” ujar Ponco saat ditanya mengenai inisial pelaku yang menyimpan Miras saat dilakukan razia.

Sementara itu Ketua Asosasi Pengusaha Karaoke Papua Barat M. Iksan tidak menjawab telepon Cahaya Papua ketika hendak dikonfirmasi mengenai temuan puluhan botol Miras di sejumlah tempat karaoke. Pesan Cahaya Papua melalui aplikasi berkirim pesan Whatsapp juga direspon.

Sebelumnya Bupati Manokwari melakukan pertemuan dengan pengusaha karaoke di Gedung Sasana Karya, tepatnya pada Senin (18/9). Pertemuan itu membahas sejumlah hal, termasuk larangan penjualan Miras sesuai Perda Miras Nomor 5 Tahun 2005 tentang peredaran Miras di Manokwari.

“Saya sudah turun ke semua karaoke. Kadang karaoke –karaoke ini bandel, saya sudah melarang supaya tidak usah jual minuman (keras) tapi disitu masih ada saja. Berapa kali saya ingatkan, bahkan saya tegur tapi tidak ada tindaklanjut. Ini kalau karaoke menjual minuman sama saja melanggar Perda,” kata Demas di hadapan para pemilik THM karaoke.

Dalam pertemuan itu, Bupati meminta kepada pengusaha karoke agar kedepan tidak menjual Miras sambil menunggu Perda Miras yang direncanakan untuk direvisi disahkan DPRD Manokwari. (mar)

Tinggalkan Balasan