Peserta HUT RI Kaimana.

Tempuh Perjalanan 25 KM, 45 Regu Ramaikan Lomba Longmarch HUT RI

KAIMANA, cahayapapua.com—Meski berujung protes akibat penentuan pemenang oleh seksi lomba yang dinilai kurang mengedepankan semangat sportifitas, lomba jalan jarak jauh (longmarch) yang diselenggarakan Panitia HUT Kemerdekaan RI ke-70 berjalan lancar dan sukses. Kegiatan yang diikuti 45 regu pelajar dan umum, sekaligus merupakan peserta terbanyak sepanjang perjalanan HUT RI di Kaimana ini berlangsung meriah, dengan panjang lintasan mencapai total kurang lebih 25 kilometer.
Pantauan Cahaya Kaimana, kegiatan yang mengambil garis star Stadion Triton Bantemi Kaimana ini dilepas resmi Dandim 1713 Kaimana Letkol Kav. Agus Feridianto didampingi Ketua Panitia HUT RI, Ir. F.I. Lawalata serta pejabat lainnya. Peserta longmarch ini sendiri terdiri dari 24 regu putra dan 21 regu putri. Satu dari 24 regu putra gagal masuk finis dan 2 regu dari kelompok putrid juga gagal masuk finish akibat kelelahan.
Pasca dilepas, regu longmarch dengan tertib meninggalakan Stadion Bantemi. Mereka bergerak menuju garis finish Taman Kota Kaimana dengan melewati rute terjauh, dimulai dari stadion berputar ke Kampung Trikora melintasi Jalan Baru menuju kilo nol lalu turun melewati Jalan Batu Putih-Krooy masuk kota melewati Jalan Cenderawasih-Jalan Perindustrian-Lettu Idrus-Trikora dan finih di Taman Kota.
Sepanjang perjalanan, peserta longmarch tak henti-hentinya menyanyikan lagu perjuangan. Meski terlihat lelah, mereka tetap bersemangat, beberapa diantaranya melangkah sedikit terseok, lainnya sibuk menghapus keringat. Saking lelah karena tidak sanggup menempuh perjalanan jauh, tiga regu masing-masing 1 regu putra dan 2 regu putri memutuskan mundur, yang oleh panitia langsung dinyatakan gugur. Dari lomba ini, panitia memutuskan regu putra SMP YPK meraih juara I, disusul SMK Negeri 2 dan juara III Pertamina. Sedangkan kelompok putri, juara I RSUD, juara II RSUD dan juara III SMP Yapis.
Semangat merayakan HUT RI melalui longmarch berujung protes dari regu putri. Mereka menyesali penentuan pemenang regu putri oleh Panitia HUT RI Seksi Lomba yang kurang sportif. Disebutkan, selama perjalanan dari garis star, peraih juara I dan II dari RSUD sempat menggunakan bantuan mobil. Disesali pula, juri pendamping yang bertugas melakukan kontrol di jalan raya tidak berfungsi maksimal, serta penentuan pemenang hanya dibatasi sampai juara III, padahal jarak tempuh cukup jauh dengan peserta yang cukup banyak. “Karena jaraknya jauh, jumlahnya banyak mestinya sampai juara 6 atau ada juara harapan begitu. Lomba menyanyi saja ada sampai juara VI,” protes ibu-ibu.
|ISABELA WISANG