Kantor DPRD Manokwari.

TEMUKAN BANYAK KEGIATAN BERMASALAH, DPRD TIDAK TEGAS

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.comHasil monitoring DPRD Kabupaten Manokwari terhadap laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPj) bupati tahun 2014 menemukan banyak kegiatan fisik dan non fisik tahun anggaran 2014 yang bermasalah.

Mulai dari pekerjaan yang tidak selesai namun anggarannya cair 100 persen, spesifikasi barang yang berbeda antara realisasi dan DPA, pengurangan volume hingga indikasi adanya penggelembungan harga (mark up).

Sayangnya, meskipun nyata-nyata kegiatan bermasalah itu telah merugikan masyarakat dan berpotensi terjadi penyimpangan anggaran, tidak ada langkah tegas yang diambil DPRD.

Dewan hanya merekomendasikan kepada bupati agar memerintahkan SKPD terkait untuk secepatnya menyelesaikan pekerjaan yang belum tuntas 100 persen. Sementara untuk pekerjaan yang belum selesai namun anggarannya sudah cair seluruhnya, dewan menyarankan dilakukan peninjauan kembali proses pembayarannya.

Pun demikian dengan pengadaan barang dengan nilai satuan yang dipandang tidak wajar, para wakil rakyat hanya meminta agar ke depan tidak terjadi lagi.

Dalam rapat paripurna dengan agenda penyampaian rekomendasi DPRD terhadap LKPJ bupati tahun 2014, Rabu (2/9) malam di gedung DPRD di Sowi Gunung, tidak ada satupun temuan proyek bermasalah yang direkomendasikan untuk diproses lebih lanjut baik secara pidana maupun perdata.

Sanksi bersifat administratif misalnya meminta bupati memberi teguran atau bahkan sanksi khusus terhadap pimpinan SKPD terkait pun tidak ada sama sekali. Rekomendasi hanya berupa saran agar ke depan dilakukan perbaikan.

“Kami harapkan rekomendasi sebagai temuan DPRD terhadap program dan kegiatan tahun 2014 mendapat perhatian dan tindaklanjut yang konkrit oleh bupati, “ ucap Ketua DPRD Dedi S. May dalam pidatonya.

Lagi-lagi, dewan hanya mengharapkan pada tahun anggaran berikutnya, semua SKPD benar-benar serius dan bertanggungjawab dalam melaksanakan program dan kegiatan agar apa yang dikerjakan bisa bermanfaat bagi masyarakat.

“Diharapkan ke depan, sebelum menyusun RKA-nya agar didahului dengan perencanaan yang matang dan perhitungan yang akurat dan melibatkan konsultan pengawas serta perlunya pengawasan secara kontinyu, “ kata Dedi. | ZACK TONU BALA