Wakil Bupati Kabupaten Manokwari Edi Budoyo saat menghadiri Musrembang di Distrik Sidey, Selasa lalu.

Tenaga Guru dan Kesehatan Masih jadi Sorotan

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Guna mencapai kesepatakan dalam membangun kampung di Distrik Sidey, Pemerintah Distrik Sidey menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang), Selasa (8/3/2016).

Musrembang yang dipusatkan di Balai Kampung SP 9, Kampung Sidey Jaya itu diikuti 12 kepala kampung serta masyarakat Distrik Sidey, dan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Manokwari, Edi Budoyo.

Wakil Bupati mengatakan, Musrembang merupakan salah satu agenda penting yang harus dan wajib dilaksanakan. Sehingga setiap aspirasi dari kampung dapat diperoleh dan dilihat skala prioritasnya untuk ditindaklanjuti.

Selain itu, melalui Musrembang, ditekankan agar pembangunan di tiap kampung memperhatikan skala prioritas dalam mengusulkan program kerja yang akan dilaksanakan tahun 2017 mendatang.

Dikatakan, selain menjaring aspirasi dari tiap kampung, agenda Musrembang juga dapat membantu kinerja pemerintah dalam menyusun program kerja dalam membangun Kabupaten Manokwari, khususnya di sistrik atau kampung yang terisolir.

“Saya melihat masyarakat kita terutama di kampung-kampung masih kurang tersentuh dengan program pembangunan, sehingga saya mau tekankan bahwa pembangunan kampung harus jadi prioritas dan diakomodir oleh pimpinan SKPD,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Distrik Sidey Nicolaus Manim, mengatakan, dataran Distrik Sidey sangat membutuhan sentuhan tangan Pemerintah Kabupaten Manokwari, apalagi posisi distrik tersebut sangat jauh dari ibukota kabupaten.

Pendidikan, kesehatan dan sarana pra sarana jalan antara kampung sangat dibutuhkan oleh masyarakat di daerah itu.

Dijelaskan, untuk Bidang Pendidikan. Sekolah dari tingkat SD, SMP hingga SMU masih membutuhkan tenaga pengajar. Sejauh ini jumlah murid yang ada tidak sebanding dengan jumlah guru yang tersedia, sehingga masalah ketersedianya tenaga pengajar ini sangat diperlukan.

“Bidang pendidikan belum berjalan maksimal karena kurangnya tenaga guru, selain itu terdapat satu sekolah yang tidak layak dipakai untuk proses belajaran mengajar,” jelasnya.

Selain itu untuk bidang kesehatan, di dataran Distrik Sidey memiliki satu layanan puskesmas yang dilengkapi dengan satu unit ruang rawat inap, namun ruangan tersebut tidak dapat difungsikan dikarenakan minimnya sarana pra sarana yang menunjang.

“Dokter PTT, Perawat serta bidang belum lengkap atau belum ada,” ucapnya.

Diakhir pembukaan Musrembang, salah satu pegawai distrik, juga menyempatkan pembacaan surat pernyataan dari setiap kepala kampung yang dimaksudkan untuk meminta Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Manokwari mempertahankan jabatan kepala distrik yang dinilai sudah bertugas baik di dataran tersebut.

Alasana lain yang juga dikemukan dalam surat pernyataan tersebut adalah, Kepala Distrik merupakan anak adat di Dataran Sidey, sehingga hal tersebut bisa dipertimbangkan.

Hal ini sontak menimbulkan beberapa pertanyaan dari pada masyarakat yang juga ikut hadir dalam Musrembang tersebut.

“Harusnya ada persetujuan dari masyarakat dulu, tidak bisa langsung buat pernyataan seperti itu,” ujar salah satu warga. |ADITH SETYAWAN

Tinggalkan Balasan