Sosialiasi ketenagakerjaan persiapan pembangunan Train 3 LNG Tangguh oleh BP Tangguh kepada Pemda di Koya Bintuni kemarin.
Sosialiasi ketenagakerjaan persiapan pembangunan Train 3 LNG Tangguh oleh BP Tangguh kepada Pemda di Koya Bintuni kemarin.

Tenaga Kerja Diutamakan dari Warga di 62 Kampung Terdampak Eksploitasi

BINTUNI, Cahayapapua.com— Proses perekrutan tenaga kerja untuk dipekerjakan di proyek pembangunan kilang gas Train III Tangguh LNG, pihak BP tangguh tidak memberikan kuota kepada kabupaten yang ada di sekitar perusahaan. Hal ini sesuai dengan perjanjian yang tertera di Amdal.

WFMLIR Team Leader Bidang Ketenaga Kerjaan, BP Tangguh, Mohammad Laumela, disela kegiatan sosialisasi perekrutan tenaga kerja dalam rangka persiapan pembangunan Train III Tangguh LNG, Selasa (1/11) kemarin, mengatakan, perekrutan tenaga kerja akan diutamakan bagi mereka yang berasal dari daerah DAF atau daerah yang terdampak eksploitasi perusahaan gas tersebut.

BP Tangguh, kata dia, mengutamakan putra dan putri Orang asli Papua yang berasal dari 62 kampung di 9 distrik sekitar Teluk Bintuni, Kabupaten Teluk Bintuni dan Teluk Berau, Kabupaten Fakfak. Rekrutan tenaga kerja ini sudah dituangkan dalam perjanjian Amdal.

“Jika dari 62 kampung itu tidak dapat lagi, baru lah BP Tangguh akan membuka lowongan tenaga kerja di luar 62 kampung tersebut yakni seperti di Bintuni , Fakfak, Sorong, Manokwari dan luar Papua,” jelas Laumela kepada wartawan di Hotel Setenkol, KM 4, Distrik Bintuni.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan penjelasan kepada Dinas Tenaga Kerja yang ada di Kabupaten Manokwari, Bintuni, Fakfak dan Sorong, terkait perekrutan yang harus mengacu pada dokumen Amdal sebagai dokumen yang dipakai sebagai rumusan bagaimana keberpihakan kepada OAP.

“Saat ini perekrutan sudah dimulai melalui pihak ke tiga. Yakni kontraktor CSTS atau Consorsium, Cioda, Saitem, Triptra dan Suarni dengan rencana perekrutan sebanyak 6000-7000 yang dimulai dari tenaga kerja Unskill, semi skill, skill dan Higt skill,” infonya.

Dia menambahkan, rekruitmen tenaga kerja ini hanya melalui Dinas Tenaga Kerja. Apabila ada calon tenaga kerja mendaftar di luar dinas tenaga kerja, maka tidak akan diakomodir.

“Kita akan rekrut sebanyak mungkin, kalau ada orang Papua yang bisa akan kita akomodir, hanya saja dilihat lagi realitasnya, karena migas ini menggunakan Higt tecnologi. Jika tidak ada, barulah direkrut pekerja secara nasional, berikutnya  bila tidak ada lagi baru diambil dari luar negeri,” tandasnya.(ART)

One comment

  1. Kapan tepatnya mulai perekrutannya ya ?
    kita sdh cek di Disnaker Kab. Manokwari tetapi mereka sampaikan belum ada info
    makasih.

Tinggalkan Balasan