Kapolda Papua Barat, Brigjen Polisi Royke Lumowa.
Kapolda Papua Barat, Brigjen Polisi Royke Lumowa.

Tepis Isu Miring, Kapolda Royke ‘Turun Gunung’

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Kapolda Papua Barat Brigjen Polisi Royke Lumowa dipastikan akan mendatangi sejumlah elemen masyarakat Manokwari untuk memberikan penjelasan langsung terkait bentrok yang terjadi antara warga dan pihak kepolisian baru-baru ini.

“Rencananya kami akan lakukan pertemuan dengan para Tokoh Masyarakat (Toma) dan Tokoh Agama (Toga). Karena saya takut nanti mereka mendapat berita yang miring. Oleh sebab itu saya  pengen mendatangi langsung agar menjelaskan terkait masalah kemarin yang mengakibatkan beberapa warga terkena tembakan bahkan ada yang meninggal dunia,” ujar Royke usai menggelar pertemuan dengan pimpinan dedominasi gereja di Kantor Klasis Manokwari, Selasa (01/11).

Bukan hanya itu terang Lumowa, pertemuan ini guna menyampaikan biduk permasalahan, meskipun informasi telah disampaikan oleh media masa yang ada di daerah ini.

Lebih lanjut dikatakannya, bahwa untuk hari ini, pihaknya baru mendatangi pihak Gereja Klasis Manokwari. Namun sebelumnya sudah mendatangi pihak Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) PB, dan rencanya akan berlanjut ke tokoh adat.

“Saya siap memberikan keterangan dan penjelasan sesuai dengan kejadian yang saya alami, begitu juga yang saya ketahui. Hal ini saya lakukan atas inisiatif selaku pimpinan Kepolisian (daerah ini red). Saya akui informasi yang disajikan media saat tentang masalah kemarin sudah berimbang dan tidak provokatif,” ujar Royke.

Menurut Royke, bentrok yang terjadi antara masyarakat Sanggeng hingga merembes dengan pihak kepolisian, penyebabnya adalah tindak kriminal murni. Jikalaupun ada yang menggiring hal ini ke masalah politik kata dia, itu sangat keliru dan disayangkan.

Pertemuan yang juga dihadiri, beberapa Pejabat Utama Polda PB dan Kapolres Manokwari AKBP Christian Rony Putra , Lumowa juga menyambagi warga sanggeng dan menyempatkan diri berbincang – bincang dengan warga tepat di samping jalan depan gedung Gerakan Merah Putih.

Pada kesempatan itu pula ia kembali menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Pihaknya pun juga menyayangkan beredarnya foto dan video di media sosial. Ditegaskannya, ia akan berkordinasi dengan Tim Cyber Mabes Polri guna memantau hal ini.

“Untuk patroli dunia maya kita belum memiliki fasilitas yang memadai, palingan kita hanya mengkanter dengan memberikan informasi yang sebenarnya namun hal itu kita akan minta bantuan Tim Cyber Mabes Polri” ujarnya.

Sementara Direktur LP3BH Manokwari Cristian Warinussy memberikan apresiasi atas langkah kapolda yang mendatangi langsung Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan Tokoh Adat serta yang lainnya. Hal itu merupakan langkah yang baik agar bisa memberikan penjelasan secara resmi.

“Saya pikir ini langkah yang baik dari Kapolda untuk menyampaikan situasi yang sebenarnya versi polisi terkait kejadian itu. Seperti ada warga yang makan dan kurang bayar kemudian di tusuk sehingga merambet  betrok antar warga lalu mobilisasi Anggota dan terjadi penembakan,” imbuh Warinussy yang juga hadir dalam pertemuan tersebut. (MAR)

Tinggalkan Balasan