ILUSTRASI KEMATIAN

Terbakar Api Cemburu HM Aniaya Pacarnya Hingga Tewas

AIMAS,CAHAYAPAPUA.com — Diduga karena terbakar rasa cemburu cintanya diduakan, seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Sorong, berinisial HM rela menganiaya pacarnya bernama Ningsih Klasjok hingga mengalami luka parah dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit.

Peristiwa penganiayan itu dilakukan pelaku Sabtu, (16/5/2015), sekitar pukul 00.30 WIT tepatnya di seputaran Kelurahan Malawe Aimas Kabupaten Sorong.

Kepala Bagian Operasional Polres Sorong Kota Kompol Diaz Sasongko, Rabu (19/5/2015). membenarkan kasus penganiayaan  tersebut. Penganiyaan yang dilakukan pelaku ungkap Kabag Ops, dilatarbelakangi rasa cemburu, karena HM merasa bahwa korban menduakan cintanya berpacaran dengan laki-laki lain. Karena merasa cemburu, HM menganiaya korban hinga babak belur.

“Akibat penganiyaan itu pelipis korban mengalami luka lebam dan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Sele Be Solu namun nyawa korban tidak tertolong dan menghimbuskan nafas terakhir,” ungkap Diaz.

Lebih jauh ia mengatakan, pihaknya mengetahui kejadian itu dari petugas medis Rumah Sakit Sele Be Solu, bahwa ada seorang wanita yang bernama Ningsi Klasjok yang meningal dunia yang merupakan korban penganiayaan.

Setelah dilakukan penyelidikan, polisi mengamankan pacar korban berinisial HM. “Malam itu juga kita langsung mengamankan pelaku HM,” tegasnya.

Beberapa saat setelah kejadian keluarga korban mendatangi Polres, saat itu pihak Polres meminta keluarga korban agar mengurus jenazah.

Terkait dengan kasus ini baru-baru ini kita telah dilakukan mediasi baik keluarga korban maupun keluarga pelaku di di Aula Mapolres, dengan maksud agar jangan ada dendam diantara kedua belah pihak. Hasil dari mediasi itu keluarga korban sepakat, akan mengurus pemakaman jenzah, namun proses hukum tetap berjalan.

Sementara itu keluarga korban, Yosias Klasjok mengatakan, korban telah dimakamkan di tempat pemakaman umum KM 10 pada hari, Minggu (17/5/2015).

“Kami telah melakukan pertemuan dengan Kasat Reskrim Polres Sorong, dengan tujuan agar pelaku di proses sesuai prosedur hukum yang berlaku dan proses adat berlaku, dimana proses adat akan berlangsung hari, Kamis (20/5),” kata perwakilan keluarga korban.

“Mereka berdua ini sudah berpacaran cukup lama dan kedua keluarga sudah saling mengetahui, karena kita masih ada hubungan saudara dengan pelaku,” ungkap Yosias. | BIB