Ilustrasi-Korupsi

Terjerat Korupsi, Kaban Perbatasan Daerah Raja Ampat Ditahan

SORONG, Cahayapapua.com—– Kejaksaan Negeri Sorong (Kejari Sorong) melakukan penahanan terhadap Kepala Badan (Kaban) Perbatasan Daerah, Kabupaten Raja Ampat, inisial YLW terkait kasus korupsi pembangunan Jembatan Penghubung Pulau Rutum dan Reni, Distrik Ayau – Kabupaten Raja Ampat, Kamis (23/6/2016).

Dalam kasus ini, YLW bertindak sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) proyek fiktif pembangunan jembatan Rutum Dan Reni tahun 2014, namun belum dijelaskan berapa anggaran yang masuk ke kantong pribadi tersangka.

Kepala Seksi Pidana Khusus (KasiPidsus) Kejari Sorong, Benony A. Kombado, SH membenarkan hal tersebut. Benony mengaku setelah menahan YLW, pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap FD dan AS sebagai saksi pada Senin (27/6/2016) pekan depan.

“Kita sudah menahan YLW, ditahan dalam kondisi sehat wal afiat. Nanti hari senin pekan depan kita akan melakukan pemeriksaan saksi FD dan AS,” kata Kombado di Kantor Kejaksaan.

Sementara kuasa hukum tersangka YLW, Lodius Tomasoa, SH mengharapkan agar proses hukum yang dijalani empat kliennya itu segera diselesaikan, sehingga masuk dalam ranah persidangan.

Sebelumnya, Lodius meminta agar penyidik kejaksaan mengungkap siapa lagi penerima aliran dana Rutum dan Reni.

Kasus ini mencuat pertama kali setelah adanya laporan masyarakat bahwa telah terjadi tindak pidana korupsi di Distrik Kepulauan Ayau, Kabupaten Raja Ampat, yakni anggaran sebesar Rp 4,4 Miliar untuk pembangunan jembatan penghubung tersebut. (NSR)

Tinggalkan Balasan