Suasana di Sanggeng, kemarin, setelah warga terlibat aksi kejar-kejaran dengan aparat kepolisian.

Terobos Iring-Iringan Pengantar Jenazah, Polisi Dikejar Warga

MANOKWARI, Cahayapapua.com—— Warga Sanggeng, Selasa (10/5), mengejar dua aparat kepolisian Polda Papua Barat dari depan toko Sanggeng hingga depan Gereja Katolik Sanggeng. Warga yang membawa kayu, balok dan golok itu geram terhadap dua oknum polisi yang menerobos iring-iringan pengantar jenazah yang melalui lokasi itu.

Kejadian itu berawal ketika warga mengantar jenazah rekan mereka dari rumah sakit melintasi jalan Yosudarso sekitar pukul 11.00 WIT. Tepat di depan Bank BRI, secara mendadak muncul dua oknum polisi yang mengendarai motor dengan kecepatan tinggi ke arah kerumunan warga. Mereka saat itu hendak menghadang warga sehingga terjadi saling dorong hingga beradu mulut.

Merasa hanya berdua, salah satu oknum polisi kembali ke Markas Polda Papua Barat untuk mengajak rekan-rekannya. Setelah itu sekitar puluhan personil polisi dari Mapolda terlihat dengan berjalan kaki hendak menuju TKP di Sanggeng.

Melihat rombongan polisi yang datang warga sontak mengambil kayu balok, golok dan batu langsung mengejar para anggota polisi tersebut.

Aksi mengejar aparat kepolisian itu terjadi mulai dari depan Bank BRI hingga di depan Gereja Katolik Sanggeng jalan Pahlawan.

Aksi ini membuat warga sekitarnya panik dan berhaburan di jalan raya mencari tempat berlindungan. Beberapa kendaraan dari arah jalan Pahlawan menuju Jalan Yosudarso sontak berbalik walaupun berlawanan arah untuk menyelamatkan diri.

Warga Sanggeng Arba yang tinggal di Barak Kakatua saat di temui mengatakan, seharusnya dua oknum polisi tidak bertindak ceroboh apalagi warga saat itu sedang berkabung dan sedang mengantar jenazah rekan mereka.

“Budaya disini kan kalau orang sedang mengantar jenazah itu pasti kendaraan lain menepi. Itu karena menghargai. Beda dengan dua oknum polisi ini, malah menghadang kita,” ujarnya.

Jenazah yang di antar warga itu dari rumah sakit umum, yang hendak di bawah kembali ke rumah duka di barak kakatua Sanggeng tetapi kita di hadang oleh dua oknum polisi.

“Ada anggota lain yang menyebut dua temanya itu sudah salah. Harusnya mereka menghargai warga,” kata Arba. Ketika diwawancarai nafas Arba tidak beraturan akibat kelelahan mengejar polisi. Hingga berita ini diturunkan belum ada klarifikasi dari pihak kepolisian Polda Papua Barat. (MAR)

 

Tinggalkan Balasan