Alat bukti kasus mutilasi terhadap Dolfinus Manggara, berupa motor, yang diamankan penyidik di Markas Kepolisian Resor Manokwari. Tersangka mutilasi, MS, masih bungkam sehingga menghambat polisi mengungkap motif pembunuhan yang menarik perhatian warga ini.

Tersangka MS bungkam, hambat polisi ungkap motif pembunuhan

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Polisi menemukan sejumlah bukti baru dalam kasus pembunuhan dan mutilasi Dolfinus Manggara yang sempat menggegerkan warga Manokwari pekan lalu.Polisi masih mendalami motif pembunuhan, meski ada dugaan bahwa kasus ini dipicu dendam.

Kapolres Manokwari AKBP.Cristian Rony Putra melalui Kasat Reskrim Aries Diego Kakori Minggu (27/8) menjelaskan, berdasar pemeriksaan, para pelaku mengaku sempat bersama-sama mengonsumsi minuman keras dengan korban sebelum peristiwa pembunuhan terjadi di kompleks perkantoran gubernur di Arfai.

Dua pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka masing-masing berinisial MS dan NS, ditangkap secara terpisah. MS dibekuk di Distrik Warmare sementara NS ditangkap di sekitar lokasi penemuan mayat.

“NS mengaku memutilasi tangan korban.Sementara organ tubuh lainya dimutilasi oleh MS.  Korban juga dipukul kepalanya dengan dengan kayu sebelum dieksekusi,” beber Diego.

Polisi juga telah mengamankan dua unit sepeda motor dengan nomor polisi PB 3574 MO milik MS dan sepeda motor korban dengannomor polisi PB 2725 MA.

Sepeda motor tersebut ditemukan tim Buser Polres Manokwari di salah satu rumah di kampung Warmare Satu. Tedapat bercak darah di motor milik pelaku. “Kita juga temukan bercekan darah di baju dan celana pelaku (MS),” katanya.

Barang bukti lain berupa karung, parang dan sepatu yang menjadi petunjuk polisi mengungkap kasus pembunuhan sadis ini.

Soal motif, Diego mengaku pihaknya masih mencoba mendalaminya. Namun biasanya hal semacam ini didasarkan atas aksi balas dendam. Kebuntuan mengungkap motif pelaku disebabkan oleh bungkamnya MS dalam sesi pemeriksaan.

Bukti-bukti yang diperoleh polisi itulah yang menguatkan penetapan keduanya menjadi tersangka.

Dolfinus Manggara ditemukan tewas di dekat kantor Dinas Pekerjaan Umum Kompleks Perkantoran Arfai Rabu (23/8) sekitar pukul 23.00 WIT.Korban ditemukan dalam karung dengan kondisi termutilasi. Kedua organ kaki dan tangan terpisah dari tubuhnya. (mar)

Tinggalkan Balasan