Ilustrasi

Tersebar, 23 Titik Lokalisasi Terselubung di Manokwari

MANOKWARI, Cahayapapua.com—— Lembaga Perlindungan Anak Provinsi Papua Barat mengidentifikasi, sebanyak 23 titik lokalisasi terselubung tersebar diwilayah Manokwari. Sebagian besar pekerja seks ini berstatus pelajar yang masih duduk di bangku SMP dan SMA.

“Harga yang mereka tawarkan sangat murah, Rp.100 ribu untuk perempuan asli Papua dan Rp.150 ribu untuk perempuan pendatang, ” kata Ketua Lembaga Perlindungan Anak Papua Barat Napoleon Fakdawer, Minggu (24/7).

Dia menjelaskan, persoalan ini sudah berlangsung cukup lama, dan menurutnya sudah cukup menkristal. Sehingga membutuhkan pendekatan yang tepat untuk menyelesaikanya.

Napoleon mengutarakan, aktivitas transaksi seks bebas tersebut dilakukan di beberapa titik. Tak jarang mereka memanfaatkan pondok pinang dan beberapa tempat keramaian untuk bertransaksi, setelah ada kesepakatan aksi seks bebas dilakukan ditempat yang mereka mau.

“Mereka tidak melakukanya di hotel maupun penginapan. Dari 23 titik tempat seks bebas tersebut semua berada di luar hotel, mereka memanfaatkan karton sebagai alas. Ada yang dipantai, semak-semak dan tempat lain yang menurut mereka aman,” katanya.

Dari investigasi yang dilakukan, Ia mengungkap, 23 lokasi seks bebas tersebut tersebar dari sekitar Dialer Sinar Suri hingga pantai Pasir Putih. Investigasi belum dilakukan ke arah Sowi dan Arfai.

Napoleon belum mengetahui pasti jumlah pekerja seks yang biasa menjajakan pada aktivitas terselubung tersebut. Dari mereka ada tergabung dalam komunitas dan pekerja secara individu.

“Ini sangat memprihatinkan, mereka tidak memiliki pengetahuan yang benar tentang HIV/AIDS dan penyakit menular seksual lainya. 60 hingga 70 persen penikmat jasa mereka adalah pria yang mabuk akibat pengaruh minuman beralkohol,” katanya lagi.

Menurutnya kondisi ini sangat memprihatinkan dan membutuhkan penanganan serius. Ia mengajak, semua pihak terlibat dalam pengentasan persoalan sosial tersebut.

“Kita tidak boleh hanya mengharap kerja pemerintah, warga dan seluruh lembaga non pemerintah harus sinergis. Ini adalah persoalan kita semua,”ujarnya lagi.

Napoleon memprediksi, jumlah pekerja seks terselubung tersebut akan terus bertambah. Proteksi harus dilakukan untuk mencegah pelaku baru. (IBN)

Tinggalkan Balasan