Tersangka NS dan MS, didampingi penyidik Satreskrim Polres Manokwari, memperagakan saat memutilasi tubuh korban D. Manggara, di semak-semak area perkantoran Gubernur Papua Barat, Sabtu lalu.

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Misteri pembunuhan disertai mutilasi yang menewaskan almarhum D. Manggara, yang ditemukan di area perkantoran gubernur Papua Barat, Agustus silam, akhirnya terungkap.

Hal itu diperkuat saat Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Manokwari, menggelar rekonstruksi alias adegan ulang pembunuhan yang diduga dilakukuan tersangka NS dan MS, di beberapa titik area perkantoran gubernur, Sabtu lalu.

Kasat Reskrim Polres Manokwari, AKP Indro yang ditemui di ruang kerjanya, mengatakan, kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap almarhum D. Manggara ini, berhasil disimpulkan, bahwa hal tersebut dilatarbelakangi unsur dendam.

“Dari BAP, keterangan 12 orang saksi dan diperkuat reksontruksi yang dilakukan, bisa kami simpulkan sementara bahwa korban dibunuh murni karena dendam,” ungkap Indro.

Dia menuturkan, kedua pelaku disangkakan dengan pasal pembunuhan berencana, yakni 340 KUHP Junto 338 KUHP, ancaman pidana kurungan maksimal seumur hidup atau hukuman mati,” ujarnya.

Indro menjelaskan, MS merencanakan pembunuhan ini dengan matang dan mengajak serta menjanjikan rekannya tersangka NS Rp 10 juta rupiah jika berhasil membunuh korban. Dan kata dia, saat ini kasus tersebut tengah dirampungkan untuk dilimpahkan di Kejaksaan Negeri (Kejari).

“Tapi kami masih menunggu hasil tes sampel DNA dari Laboratorium Forensik Mabes Polri. Jika sudah ada hasilnya, tentu dalam minggu ini kita serahkan ke Kejari,” ucapnya.

Berdasarkan pantauan Cahaya Papua, rekonstruksi yang menghadirkan langsung kedua tersangka tersebut, awalnya dilakukan di pos security kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Papua Barat. Di tempat ini, tersangka dan korban menggelar pesta minuman keras (Miras) jenis Vodka.

Kedua tersangka yakni NS dan MS memperagakan 35 adegan sebagaimana tertuang dalam berita acara pemeriksaan (BAP) dan 10 adegan tambahan. Selanjutnya berpindah di titik kedua tepatnya semak-semak yang ada di pertigaan jalan depan Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Papua Barat.

Di lokasi tersebut para tersangka dan korban kembali meneguk Miras, sebelum akhirnya menghabisi korban D. Manggara dan memotong tubuh korban dengan beberapa bagian. Yakni memenggal kepala dan kedua lengan, serta kaki korban selanjutnya di masukan ke dalam karton dan sebuah karung.

Tragisnya, sebelum dimutilasi jasad korban usai dibunuh, Selasa 22 Agustus 2017 malam, dibiarkan bermalam di semak-semak hutan tersebut. Tersangka MS yang kesehariannya sebagai salah satu kepala kampung di distrik Manokwari Selatan ini, merupakan otak dibalik kasus pembunuhan berencana ini.

Hal ini diperkuat, pada reka adegan, tersangka MS menyerahkan sejumlah uang senilai Rp 5 juta kepada tersangka NS yang kesehariannyaberprofesi sebagai sekurity di perkantoran tesebut. (cr-80)

 

Leave a Reply