Kabid Pemberdayaan Masyarakat dan Desa BPM Teluk Bintuni Saiful Killian

Tiga Kampung Ini Kelola Dana Pembangunan Cukup Besar

BINTUNI, CAHAYAPAPUA.com- Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kabupaten Teluk Bintuni, Saiful Killian mengatakan ditahun 2016 ada tiga kampung yang akan menerima dana desa cukup besar yang bersumber dari Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD).

“Yang paling besar untuk tahun ini kampung Tofoi Distrik Sumuri, mereka sampai 2 miliar lebih, setelah itu kampung Wesiri, dan Kampung Argosigemerai SPV. Tiga kampung ini yang mempunyai nilainya sangat tinggi sekali,” kata Saiful Killian, diruang kerjanya pekan lalu.

Killian menjelaskan secara rinci, untuk tahun 2016 di kampung Tofoi jumlah dana kampung yang diterima sebesar Rp. 2.1 milir yang bersumber dari DD sebesar Rp. 910 juta ditambah ADD dari APBD Rp. 1.2 miliar.

Selanjutnya Kampung Wesiri, Distrik Bintuni jumlah dana kampung yang diterima sebesar Rp. 1.7 miliar dengan rincian DD Rp. 803 juta dan ADD Rp. 940 juta. Sementara Kampung Argosigemerai SP V, Distrik Bintuni mendapat dana kampung sebesar Rp. 1.7 miliar dengan sumber DD Rp. 793 juta dan ADD Rp. 913 juta.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan mengenai formula pembagian Dana Desa dari pusat. Tahun ini ada penetapan alokasi dasar yang ditetapkan seluruh indonesia dari Presiden Joko Widodo sebesar Rp. 565.640.000 perkampung.

Sementara DD yang diluncurkan ke Teluk Bintuni sebesar Rp. 73 miliar lebih dikurangi dengan jumlah alokasi dasar berdasarkan jumlah desa yang jika ditotal mencapai Rp. 65 miliar lebih, sehingga didapat sisa Rp. 8.3 miliar dan dibagi kembali secara proporsional untuk seluruh kampung.

“Proporsional itu jumlah penduduk, jumlah penduduk miskin, luas wilayah dan indeks kesulitan geografis. Formula ini yang kita pakai sehingga ada selisih yang begitu besar antar dengan kampung-kampung lain,” jelasnya.

Pasalnya, presentasi DD yang didapat oleh masing-masing kampung ini sudah cukup besar. Namun masih ada penambahan lagi dari ADD, sehingga bertambah besar angggaran yang masuk ke kampung.

“Daerah menyalurkan ADD kurang lebih Rp. 100 miliar, namun kami di Bintuni ini ada 145 kampung pemekaran yang belum mendapat DD dari pusat. Sehingga mau tidak mau kita alokasikan kurang lebih 40 persen dari ADD Rp. 100 miliar yakni sebesar Rp. 43.500.000.000 untuk kampung pemekaran, dengan pembagian Rp. 300 juta perkampung,” katanya.

Sementara sisanya Rp. 56.500.000.000 kembali dibagikan ke kampung definitiv dengan formula pembagian 60 persen dibagi merata dan 40 persen dibagi sesuai dengan formula jumlah penduduk, jumlah penduduk miskin, luas wilayah, dan indeks kesulitan geografis.

“Apabila dijumlahkan dana desa (DD) dengan Alokasi dana desa (ADD) yang bersumber dari APBD maka menghasilkan jumlah nominal yang begitu tinggi. Selain itu masih ada tambahan dana dari dana respek yang mencapai Rp. 11,5 miliar untuk seluruh kampung,” kata Killian.

Ia menambahkan tahun ini proses pencairan dana desa dibagi menjadi dua tahap yakni tahap pertama 60 persen dan tahap kedua 40 persen. Dan saat ini sedang dalam tahapan pencairan tahap pertama. (ART)

Tinggalkan Balasan