Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Elisa Sroyer.

Tiga Kepala Daerah Dilantik Hari Ini, Ketua Komisi C DPRD Sorsel Minta Pelantikan Ditunda

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Gubernur Papua Barat, Abraham O. Atururi hari ini akan melantik bupati dan wakil Bupati Fakfak, Kaimana dan Sorong Selatan secara serentak di Manokwari. Di balik agena tersebut, Ketua Komisi C, DPRD Kabupaten Sorong Selatan, Agustinus Momot, meminta Pemprov menunda proses pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sorsel.

Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Papua Barat, Elisa Sroyer mengatakan, pelantikan bupati Fakfak dilaksanakan sesuai surat keputusan menteri dalam negeri No. 131.92-986 Tahun 2016 dan No. 132.92-978 Tahun 2016, tanggal, 15 Maret 2016 tentang pengangkatan Bupati Drs. Mohammad Uswanas, M.Si dan Wakil Bupati Fakfak, Ir. Abraham Sopaheluwakan, M.Si.

Pelantikan bupati dan wakil bupati Sorong Selatan lanjut Sroyer sesuai keputusan menteri dalam negeri No. 131.92-980 Tahun 2016 dan No. 132.92-982 Tahun 2016, tanggal, 15 Maret 2016 tentang pengangkatan Bupati Samsudin Anggiluli, SE dan Wakil Bupati, Drs. Martinus Salamuk.

Sementara pelantikan bupati dan wakil bupati Kaimana, dilaksanakan sesuai surat keputusan Menteri Dalam Negeri No. 131.92-983 Tahun 2016 dan No. 132.92-984 Tahun 2016, tanggal, 15 Maret 2016 tentang pengangkatan Bupati Kaimana Drs. Matias Mairuma dan Wakil Bupati, Ismail Sirfefa, S.Sos., MH.

Dia menyebutkan, prosesi pelantikan, akan digelar di auditorium gedung PPK, komplek kantoran pemerintah Provinsi Papua Barat, basecamp arfai, pukul, 09.00 WIT.

“Perlu saya sampaikan, bahwa, SK Menteri Dalam Negeri untuk pelantikan tiga bupati dan wakil bupati ini sudah kami terima, dan diarahkan untuk segera dilantik. Hal ini sudah saya sampaikan kepada bapak gubernur, dan bapak gubernur minta agar besok pagi tanggal, 24/3/2016, tiga bupati itu harus dilantik,” kata dia Rabu (23/3/2016).

Ia juga menyebutkan, saat ini, tiga bupati dan wakil bupati hasil pilkada 9 Desember 2015 bersama penjabat bupati, serta anggota DPRD dari tiga kabupaten itu sudah berada di Manokwari. Ia memastikan prosesi pelantikan akan disaksikan oleh Penjabat Bupati dan Ketua beserta Anggota DPRD ketiga Kabupaten itu.

“Sore nanti ada gladi resik, dan besok pagi tetap akan dilakukan pelantikan,” ujar Sroyer siang kemarin.

Sroyer mengungkap, menjelang pelantikan, masih ada penolakan dari tim sukses kandidat bupati dan kakil bupati Kaimana. Mereka belum menerima hasil putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No. 14/PHP.BUP-XIV/2016 tanggal, 18 Januari 2016 dan Putusan MK No. 86/PHP.BUP-XIV/2016 Tanggal, 26 Januari 2016 tentang sengketa pilkada di kabupaten tersebut.

Tim sukses salah satu kandidat itu minta agar pelantikan ini ditangguhkan. Namun demikian, dengan mengacu SK Mendagri, Pemerintah Provinsi Papua Barat akan tetap melaksanakan pelantikan tersebut.

Ia pun berharap, semua pihak, menerima putusan MK sebagai putusan tertinggi sengketa Pilkada. Ia mengimbau,  para pasangan calon yang sebelumnya bersengketa, menerima keputusan MK dan mulai membangun komunikasi serta  saling mendukung untuk mewujudkan pembangunan seperti yang diharapkan bersama.

Ditunda

Terpisah, Agustinus Momot, meminta Pemerintah Provinsi Papua Barat, untuk menunda proses pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sorong Selatan, Syamsudin Anggiluli dan Drs. Martinus Salamuk, yang terpilih pada pesta demokrasi 9 Desember 2015 lalu.

“Sebaiknya pelantikan ditunda hingga Juni 2016, sampai ada penetapan hukum yang diajukan pasangan Dosteis Sesa dan Lukman Kasop,” sarannya.

Dasar hukumnya, lanjut Agustinus, DPRD Kabupaten Sorong Selatan telah mengeluarkan keputusan mengacu pada rekomendasi Panwaslu Kabupaten Sorsel, tanggal 16 Desember 2015 dengan judul kajian dugaan pelanggaran nomor 04/LP/PILKADA/XI/2015.

“Ada proses persidangan di DKPP, dan dalam waktu dekat ini kami dengar putusan.Mohon pemerintah Provinsi maupun pihak-pihak di Jakarta menghargai langkah serta upaya hukum yang telah kami lakukan,” kata Agustinus, yang juga sekretaris tim pemenangan Lukman Kasop dan Dortheis Sesa, Selasa (22/3/2016).

Agustinus menuturkan jika pihaknya tidak menginginkan adanya pembatalan pelantikan Bupati terpilih, hanya saja pihaknya menginginkan agar pelatikan tersebut ditunda “Kami mohon untuk mendapat pertimbangan, agar pelantikan ditunda,” pungkasnya. (RIZ/NSR)

Tinggalkan Balasan