Wakil Bupati Teluk Bintuni, Matret Kokop

BINTUNI, Cahayapapua.com— Dalam rangka  memperjuangkan nasib pegawai honorer K2 (kategori dua), Wakil Bupati Teluk Bintuni, Matret Kokop, sempat tiga minggu berada di Jakarta. Namun dari perjalanan dinas tersebut, belum ada hasil yang bisa dibawa pulang.

Saat dikonfirmasi mengenai Honorer K2, Sabtu (24/2), Wabup Matret Kokop,  mengatakan  Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan RB) mengatakan akan segera menyampaikan informasi lanjutan melalui provinsi.

“Saya meminta pihak Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk menyurati Menpan terkait nasib honorer K2, dan surat tersebut saya bawa langsung menghadap Menpan, dan saat bertemu MenPan, saya katakana bahwa, ada surat dari BKN dan saya juga meminta petunjuk yang lebih mendalam lagi terkait surat pertama, jawaban Menpan, surat sudah diterima dan Menpan minta saya pulang saja sambil menunggu berita pemberitahuan melalui Provinsi Papua Barat,” kata Wabup, usai peresmian laboratorium Klinik Cakra Medika Bintuni.

Salah satu putra terbaik dari suku Sebyar mengatakan pemda akan terus berusaha memperjuangkan nasib pegawai honorer K2. Meskipun harus bersusah payah melakukan koordinasi di pusat.

“Kepada Menpan, saya sampaikan kami seperti bola pimpong saja, dilempar sana kesini, namun, jawaban Menpan, pak Wakil pulang saja sambil menunggu beritanya,” katanya.

Menurut Wabup, hasil dari Jakarta  sudah disampaikan kepada bupati. “Saya berharap, kita semua banyak berdoa agar semua keinginan dan harapan kita terkait K2 bisa terwujud,” katanya lagi. (ARIF TRIYANTO)

Leave a Reply