Ketua MRP Papua Barat, Vitalis Yumte menyerahkan dokumen pertimbangan dan persetujuan keaslian para bakal calon gubern dan wakil gubernur Papua barat sebagai orang asli Papua. Seluruh pasangan calon dinyatakan sebagai OAP. (Foto: Kris Tanjung/ Cahaya Papua)

Tiga Pasang Bakal Calon Lolos Verifikasi OAP

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Tiga Pasang Bakal Calon Gubernur – Wakil Gubernur Papua Barat (PB) dinyatakan lolos dalam verifikasi syarat Keaslian Orang Asli Papua (OAP).

Hal itu diungkap Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Vitalis Yumte usai penyerahkan Dokumen Pertimbangan dan Persetujuan Bakal Cagub – Cawagub kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) PB, yang dihadiri oleh Wakil Ketua I MRP, Anike TH Sabami, Wakil Ketua II Abidin Zainudin Bay dan sejumlah anggota lainnya.

Dalam acara penyerahan yang digelar di Aston Hotel, Manokwari, Rabu (12/10) tersebut hadir pula Komisioner KPU Christine Ruth Rumkabu SP bersama Kepala Bidang Hukum dan Hubmas KPU Jhon Jitmau SH.

Dia mengemukakan, keputusan yang diambil melalui rapat pleno tersebut telah melalui proses yang didasarkan atas ketentuan Undang – undang (UU) Nomor 35/2008 sebagaimana perubahan atas UU Nomor 21/2001 tentang Otonomi Khusus serta Putusan Mahkamah Konatitusi (MK).

Untuk mendapat kepastian itu MRPB juga melakukan verifikasi administrasi terkait Kartu Keluarga (KK) Daftar Riwayat Hidup (DRH) sejarah atau silsilah dan surat pembabtisan. Verifikasi faktual dilakukan dengan mendatangi langsung daerah asal untuk mendapatkan pengakuan langsung dari Masyarakat Adat menyangkut sejarah silsilah .

“Jadi indikator kita memutuskan ini dengan bukti tertulis yang dituangkan dalam berita acara oleh masing – masing ketua marga dan ketua wilayah adat dalam format yang diputuskan oleh MRPB,”terangnya.

Proses (verifikasi faktual, red) itu, lanjut Vitalis, berjalan baik dan lancar. Masyarakat adat pun memberi respon dan dukungan yang positif. Selain itu mereka membenarkan bahwa ketiga pasang bakal cagub – cawagub ini adalah OAP.

“Nah berdasar pengakuan dari merekalah sehingga kita putuskan dan menyimpulkan hari ini (kemarin)¬† semuanya adalah OAP,” ujarnya.

Ditanya kenapa pada proses verifikasi faktual beberapa waktu lalu, masih terdapat kekurangan sehingga MRP kembali turun lapangan untuk melakukan hal yang sama dan sempat ingin mengajukan perpanjangan waktu verifikasi kepada KPU, Yumte mengatakan, bahwa memang saat itu ada salah satu ketua adat yang belum menandatangani  berita acara pengakuan.Namun hanya ditandatangani oleh wakil Ketua Adatnya.

“Karena kami juga diburu waktu akhirnya hasil (verifikasi) yang pertama kita tetap serahkan ke KPU. Tapi karena kita tidak mau ada perasoalan dikemudian hari, kami turun kembali untuk dapat tandatangan ketua adat,” tandasnya.

Lebih jauh dijelaskan, pihaknya sudah melaksanakan tanggungjawab dan kewajibannya dalam proses tersebut. Jika kesimpulan yang diputuskan MRP ini dipersolkan atau digugat nantinya, menurutnya, itu adalah hak masyarakat.

“Intinya kami sudah bekerja sesui dasar dan ketentuan. Ada bukti tertulis yang diisi dalam berita acara menjadi pegangan kami,” jelasnya.

Sementara itu, Komisioner KPU, Christine Ruth Rumkabu SP mengatakan, dokumen pertimbangan dan persetujuan syarat kriteria keaslian OAP tersebut akan dijadikan satu kesetuan dengan hasil verifikasi kelengkapan berkas pencalonan yang dilakukan oleh KPU saat ini.

Untuk itu, Christine menyampaikan, bahwa akhir dari proses tahapan pencalonan ini akan ditetapkan secara serentak pada 24 Oktober 2016. “Jadi untuk mengetahui lolos dan tidaknya Bakal Cagub -Cawagub menjadi Cagub akan ditetapkan melalui mekanisme yang telah diatur pada KPU 24 Oktober nanti,” ucapnya. (TNJ)

Tinggalkan Balasan