Ilustrasi

Tiga Pelaku Penyandera Ketua KPUD Bintuni Dilumpuhkan Aparat

BINTUNI, Cahayapapua.com—-  Pasca putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK RI) soal pelanggaran Pilkada Kabupaten Teluk Bintuni, daerah ini menjadi kurang kondusif.

Entah dari mana datangnya, massa dari salah satu kandidat yang kecewa atas putusan tersebut, Jumat (15/4/2016) kemarin, melakukan aksi demo di kantor KPU Bintuni.

Demo yang semula tertib, tak berselang lama berujung anarkis. Berawal dari aksi membakar ban oleh pendemo, dihentikan oleh aparat kepolisian yang sigap mengamankan situasi di kantor KPUD.

Bukannya mencair, massa lalu menggunakan kayu dan batu melempar aparat. Tak hanya itu, keluar dari barisan massa tiga orang yang mengendap hendak menculik dan menyandera Ketua KPUD Bintuni.

Beruntung saat itu, 55 anggota Brimob dari Polda Papua Barat turut ambil bagian mengamankan situasi. Mereka dengan sigap serta cekatan menyelamatkan Ketua KPUD . Apes, tiga orang warga yang hendak menculik terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas.

Situasi yang mencekam itu akhirnya berangsur – angsur pulih dikendalikan oleh aparat kepolisian setempat dibantu 55 anggota Brimob dari Polda Papua Barat dan back up dari personil TNI AD.

Kapolres Teluk Bintuni AKBP. Harry Supriyono, mengatakan simulasi ini bagian dari kesiap – siagaan aparat mencegah terjadinya aksi brutal pasca putusan MK RI.

Tak hanya itu, lanjut dia, setiap demo yang melanggar hukum pihaknya tidak segan – segan untuk bersikap tegas. “ Jika aksi demo brutal dan tidak bisa dikendalikan, standar operasi dan prosedurnya (SOP) anggota bisa tembak, melumpuhkan warga yang anarkis,” tegas Kapolres kepada wartawan usai simulai yang digelar di perempatan Jalan Kampung Lama, Kota Bintuni.

Pantuan media ini, satu unit kendaraan watercanon diturunkan. Simulasi ini juga melibatkan 100 personil Polres Teluk Bintuni, 55 anggota Brimob Polda Papua Barat serta di back up personil TNI AD. Hadir pada kegiatan simulasi ini, Danramil Bintuni, Danpos Lanal serta tokoh masyarakat daerah ini. (ART)

Tinggalkan Balasan