Tiga rumah warga di huntara yang dipasangi police line usai ludes dilalap si jago merah.

Tiga Rumah Korban Banjir Wasior Terbakar

WASIOR, CAHAYAPAPUA.com – Tiga hunian sementara (huntara) yang di bangun pemerintah untuk warga pasca banjir bandang Wasior, di lahap Si Jago Merah. Lokasi tiga rumah yang dilahap api itu berada di Kampung Moru – Distrik Wasior, Senin (8/11) dini hari.

Harta benda yang dimiliki tiga kepala rumah tangga yang mendiami huntara tersebut ludes semuanya, tinggal menyisahkan pakaian yang dikenakan. Kejadian yang berlangsung pukul 2.30 Wit itu diduga terjadi akibat korseleting listrik.

Ardian Inggesi, salah satu warga Kampung Moru yang ditemui Cahaya Papua di lokasi kejadian, menuturkan, saat mengetahui api yang semakin membesar, sontak membuat warga yang tinggal di lokasi huntara bereaksi bergotong royong memadamkan kobaran api.“Api menjalar lewat aliran kabel listrik di rumah warga. Pas disebelahnya ada warga yang menyimpan bensin sehingga nyala api makin membesar. Dengan peralatan seadanya, kita padamkan api hingga pukul 3.00 Wit,” cerita Ardian.

Sementara salah satu pemilik huntara, Ibu Sadaria yang di temui di lokasi puing rumahnya mengatakan, sumber api diperkirakannya berasal dari arus listrik. “Sebelum kejadian memang listrik padam, setelah itu kembali nyala. Jadi mungkin terjadi korseleting listrik. Saya semalam hanya sempat selamatkan barang penting saja lalu lari dengan suami dan anak – anak dengan pakaian di badan,” kata Sadaria didampingi suaminya La Asa.

Akibat kebakaran ini, Sadaria kehilangan harta benda yang jika di total jumlahnya mencapai 30 juta rupiah. “Rumah ini kita beli 30 juta, dan tanahnya kita kontrak per tahun. Alhamdulillah anak – anak dan suami semua selamat,” kata Sadaria yang memiliki empat orang anak ini.

Tak jauh beda, Ibu Halima yang kesehariannya berprofesi sebagai penjual kue keliling dan La Mili yang berprofesi sebagai pejasa roda dua (ojek,red) selaku korban kebakaran juga tak bisa menghentikan kobaran api. “Kalau tetangga saya ini, tidak sempat selamatkan apa –apa. Hanya pakaian saja di badan,” kata Sadaria.

“Di sini (Wondama) tidak ada mobil kebakaran, jadi kitorang sama warga gotong royong padamkan api. Polisi pun baru tiba setelah api padam,” imbuh Sadaria.

Akibat insiden kebakaran ini, kerugian yang dialam tiga kepala keluarga ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Satu harapan para korban, ada perhatian pemerintah daerah untuk memperhatikan nasib mereka.|ADLU RAHARUSUN

Tinggalkan Balasan