Ilustrasi. Int

Tim BW Siapkan Gugatan Pilkada

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com— Pasangan calon bupati dan wakil bupati Beni Sefnat Boneftar-Andarias Wam menyiapkan langkah hukum, untuk menyikapi hasil pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Manokwari.

“Catatan dan bukti-bukti sudah kami siapkan. yang pertama akan diajukan ke Panwaslu. Kami sudah siapkan hingga ke tingkat atas, ke MK (Mahkama Konstitusi) semua sudah lengkap,” kata Boneftar pada konfrensi pers yang di gelar disekretariat pemenangan, Senin (14/12/2015).

Pasangan dengan tagline Boneftar-Wam ini bahkan telah menyiapkan tim pengacara yang berjumlah empat orang. Kata Boneftar, ada kemungkinan jumlah itu bertambah.

Ia menyebut, sejauh ini perolehan suara sementara yang sudah masuk ke tim pemenangan sekita 27 suara, yang merata di sembilan distrik di daerah ini.

“Dukungan juga datang dari sejumlah LSM dan jaringan mahasiswa,” ujar Boneftar.

Menurut Boneftar, pelaksanaan pilkada di daerah ini berjalan dalam proses yang penuh kecurangan, proses itu dinilai dilakukan secara rapi dan lihai.

“Intimidasi dan ancaman nyata di lapangan, beginikah cara kita memberikan pembelajaran politik. Kami tidak idealis tetapi ruang ini menuntut penghormatan,” tuturnya.

Pilkada, lanjut Boneftar adalah proses memilih pemimpin. Sayangnya proses yang terjadi justru diwarnai dengan perbuatan yang mengesampingkan komitmen deklarasi kampanye damai dan berintegritas yang dilaksanakan di kantor KPU sebelum kampanye terbuka dilaksanakan.

“Publik yang terlibat perlu memahami bahwa pelaksanaan pilkada di daerah ini ibarat berburu di hutan rimba. Hukum rimba yang berlaku kapan lagi, kita menghormati hak-hak rakyat,” ujarnya lagi.

Proses yang demikian, diakui Boneftar telah melemahkan regulasi yang mengatur tentang pemilihan calon perseorangan, yang notabene didukung oleh suara murni masyarakat miskin.

“Kami menyatakan menang, bukan karena jumlah perolehan suara tetapi, suara murni dari pemberian masyarakat. Kita kembalikan ke KPU dan Panwaslu karena keadilan dan kebenaran sedang dinantikan,” pungkasnya.

Andarias Wam menyatakan, jika proses ini dibiarkan terus menerus tanpa mengambil solusi untuk mengamankan suara rakyat akan menjadi kebiasaan pada pilkada di tahun-tahun mendatang.

“Pemilu amat dicurangi oleh nurani-nurani yang tidak bertanggungjawab. Banyak kejadian yang merusak tatanan demokrasi. Pengelembungan suara, dan pelanggaran lainnya. Nurani rakyat mau dikemanakan,” imbuh Atonius Malir, wakil ketua tim pemenangan. |RASYID FATAHUDDIN | EDITOR : TOYIBAN