Pilkada Serentak

Tim Danotus Ngindik – Abdul Rahman Minta KPU Bersikap soal Keputusan Panwaslu

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Ketua Tim Informal kandidat Bupati dan Wakil Bupati Kaimana pasangan Donatus Ngindik – Abdul Rahman, Amin Ngabalin meminta, Bawaslu Provinsi Papua Barat bersikap terhadap keputusan yang diambil panwaslu.

Pasalnya, keputusan panwaslu telah merugikan pasangan nomor urut 2 ini dalam pelaksanaan pilkada di Kabupaten Fakfak. Ia mengatakan, telah menyampaikan hal ini secara langsung kepada Bawaslu.

“Sengketa terkait dukungan Partai Persatuan Pembangunan yang akhirnya KPU menggugurkan pasangan Donatus Nimbit Kendik dan H. Abdul Rahman karena diindikasikan palsu,” kata Amin.

Amin mengemukakan, keputusan tersebut mengabaikan fakta hukum dari keterangan pihak Donatus-Abdul Rahman. Bahkan, rekomendasi panwaslu Fakfak yang dilanjutkan kepada Kepolisian juga tidak dapat diproses.

Menurutnya, soal indikasi rekomendasi palsu, Polres sudah melakukan pemeriksaan dokumen dan tidak cukup unsur untuk menyatakan dokumen tersebut palsu.

“Itu artinya bahwa dokumen tersebut sah. Kami melihat ini ada sesuatu yang salah karena permainan politik yang jorok. Pasangan kami dizalimi berkali-kali dari tahapan ke tahapan,” kata Amin.

Dikatakan, masalah ini telah diadukan kepada Bawaslu Provinsi Papua Barat. Pasalnya, pleno KPU pengambilan keputusan hanya dihadiri oleh dua orang komisioner. Juga tanpa kehadiran ketua Panwaslu.

“Kami mengindikasikan ada pelanggaran etik yang dilakukan. Kami juga minta agar dua anggota komisioner KPU yang bersangkutan diberhentikan dari jabatannya,” tuturnya.

Dalam persepektifnya, Amin menuding upaya ini adalah setingan menggugurkan pasangan Donatus-Abdul Raham. Yang sama seperti yang dilakukan di Kaimana untuk menggugurkan pasangan Matias-Ismail.

Amin mengimbau masyarakat ikut mencermati kondisi ini dengan baik. Karena bisa memicu konflik di Fakfak yang dari dulu hidup rukun penuh kekeluargaan.

“Saya telah mengindikasikan kepada Bawaslu bahwa bukan karena faktor kandidat Bupati (Donatus). Tapi, ada faktor lain. Yang tidak mungkin saya sampaikan kepada publik,” tukasnya.

Amin mengkritisi, pelaksanaan tahapan Pilkada di Kabupaten Fakfak yang dinilai berjalan kacau balau. Ini dibuktikan dengan penonaktifan Ketua KPU.

Adapun, Ketua Bawaslu Provinsi Papua Barat, Alfredo Ngamelubun ketika dikonfirmasi mengatakan, belum mendapat laporan resmi yang disampaikan secara tertulis dari pasangan kandidat tersebut.

“Kami belum mendapatkan laporan resminya. Baru mendapatkan putusan hasil sengketa sementara, laporan dari pihak lainnya belum diterima,” kata Alfredo.

Pasangan Donatus Nimbit kendikdan H. Abdurrahman didukung oleh tiga parpol, yakni PKB yang memiliki dua kursi di parlemen, Gerinda satu kursi dan PPP satu kursi.|RASYID FATAHUDDIN|BUSTAM