Puing Kantor Dinas Perumahan Papua Barat yang beralamat di komplek perkantoran gubernur Arfai usai terbakar, Minggu pagi. Sejumlah dokumen kantor tersebut berhasil diselamatkan

Tim Labfor Makassar didatangkan ungkap misteri kebakaran Disperum

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Makassar akan didatangkan ke Manokwari untuk mengungkap misteri kebakaran gedung kantor Dinas Perumahan (Disperum) Papua Barat.

Kasat Reskrim Polres Manokwari AKP Aries Diego Kakori mengatakan meski dugaan sementara kebakaran akibat arus pendek, namun untuk memastikan hal ini, perlu dilakukan pendalaman kembali melalui Labfor.

“Tadi (kemarin) memang, kita olah TKP umum, tapi secara detil, kami lagi koordinasikan dengan ahli dari Labfor Makassar, supaya lebih dapat dipertangungjawabkan secara scientific,” ujarnya, Minggu kemarin.

Disinggung adanya dugaan unsur lain dalam insiden ini, bahwa ada upaya kesengajaan, lantaran dugaan korupsi pembebasan lahan kantor Disperum senilai Rp.4,5 Miliar tahun 2015 ini tengah ramai dibicarakan masyarakat. Dijawab, untuk saat ini, pihaknya tak bisa berspekulasi lebih jauh. Dan ia menegaskan kembali, penyebab kebakaran masih perlu pendalaman. Pasalnya dari olah TKP, belum ada ketetapan pasti asal muasal api yang membakar gedung tersebut.

“Keterangan saksi yang bekerja sebagai tukang (di kantor pemberdayaan perempuan) sekitar Disperum, memang titik api kecil dari atas atap. Mereka lihat saat bangun hendak shalat subuh, ada asap dari atas atap,” terang Kakori. “Jika tidak ada halangan, Tim Labfor dari cabang Makassar, akan tiba hari ini di Manokwari,” tutupnya.

Informasi yang dihimpun, sebelumnya Forum Legislasi Mahasiswa Indonesia (FLMI) Papua Barat, telah meminta tim penyidik Direktorat Resere Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Papua Barat, transparan ke publik, terkait penyelidikan dugaan korupsi di Disperum tersebut.

Koordinator FLMI Papua Barat, Rusman Kelkusa menyebutkan, laporan berisi dugaan korupsi pembebasan lahan dinas senilai Rp.4,5 Miliar tersebut ditangani Polda Papua Barat sejak 2016 silam.

Namun hingga kini,belum ada informasi terbaru ihwal perkembangan hasil penyelidikan yang dilakukan. Sehingga direncanakan, hari ini aliansi mahasiswa akan melakukan aksi damai di halaman Mapolda Papua Barat. (cr-80)

 

Tinggalkan Balasan