Aksi reboisasi yang dilakukan TNI bersama Komunitas Peduli Lingkungan Kota Sorong. |Foto : Nasir|Cahaya Papua

TNI Bersama Komunitas Lingkungan Hidup Tanam 1.500 Pohon di Sorong

SORONG, CAHAYAPAPUA.com– Komando Regu Militer 171/PVT, bersama Komunitas Peduli Lingkungan Kota Sorong, terdiri dari Forum Komunikasi Gerakan Aksi Untuk Lingkungan (FK-GAUL) Kota Sorong, Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia, Korda Papua Barat dan DPC Granat Sorong melakukan aksi penanaman 1.500 bibit pohon, berbagai jenis yang mempunyai multi fungsi. Jum’at (6/11/2015).

Kegiatan tersebut berpusatkan disekitar perbukitan belakang Makorem 171/PVT yang mengalami kebakaran beberapa waktu lalu, akibat kemarau panjang dan ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Kegiatan itu dihadiri Kasrem 171/PVT, Kolonel Infantri, Agus Abdurrauf, para Kasi Korem 171/PVT, para Komandan satuan dan Ka Balak Aju jajaran Korem 171/PVT, Anggota DPRD Kota Sorong, Safrudin Sabonama SH, Komunitas Peduli Lingkungan Kota Sorong dan tamu undangan lainnya.

Kasrem 171/PVT Kolonel Inf R. Agus Abdurrauf mengatakan, salah satu aspek yang penting dari pembangunan ini adalah kesanggupan dan kesadaran dari masyarakat untuk melestarikan lingkungan hidup dan sumber alam yang ada, dimana salah satu sikap semacam itu adalah dengan aksi reboisasi areal hutan terbakar.

Tujuan acara aksi reboisasi areal hutan terbakar adalah untuk mengurangi dampak pemanasan global, meningkatkan absorbsi gas co2, (carbon dioksida) dan polusi hutan lainnya, mencegah banjir, dan tanah longsor serta meningkatkan upaya konservasi sumber daya genetik tanaman hutan, akibat kebakaran hutan dari dampak kekeringan yang berkepanjangan.

“Hal ini harus ada kepedulian tinggi dari semua komponen masyarakat di Kota Sorong ini, dengan mewujudkan kesadaran menanam dan memelihara tanaman sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” tutur Agus dalam sambutannya.

Oleh karena itu, diharapkan kegiatan aksi reboisasi areal hutan terbakar tersebut, dapat dijadikan momentum untuk menumbuhkan kembali nilai-nilai kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup, serta membantu mengatasi menurunnya sumber daya genetik tanaman hutan.

Sementara itu, salah saatu pesrta Faisal mengatakan, perlu disadari bahwa acara aksi reboisasi areal hutan terbakar, belum sebanding dengan luasnya hutan dan lahan yang rusak.

Namun demikian upaya ini sangat berharga apabila dilaksanakan secara terus-menerus dan dipelihara dengan penuh kesungguhan, karena bangsa Indonesia telah dianugerahi keaneka-ragaman hayati yang tinggi, tanah yang subur, serta iklim yang sangat mendukung untuk kegiatan bercocok tanam.

“Marilah disyukuri anugerah yang tak terhingga ini dengan menanam jenis-jenis pohon yang mempunyai multi fungsi, dan merupakan tanaman unggulan lokal. Untuk itu diharapkan dengan adanya acara aksi reboisasi areal hutan terbakar ini, dapat memberikan motivasi yang besar dalam membangun kesadaran dan semangat seluruh masyarakat Papua Barat lebih khusus lagi adalah masyarakat yang berada di Kota Sorong ini,” tuturnya.|NASIR|BUSTAM