Ketua KPU saat menerima massa pendemo.

Tolak Keputusan Menangkan MANIS, Dua Paslon Pilkada Kaimana Demo Panwaslu

KAIMANA, CAHAYAPAPUA.com– Merasa dirugikan atas keputusan Panwaslu Kabupaten Kaimana yang menerima gugatan Matias Mairuma dan Ismail Sirfefa terhadap KPU, kemarin Selasa (8/9/2015) puluhan massa pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati Freddy Thie-Mohammad Lakutani dan Hasan Achmad-Amos Oruw mendatangi Sekretariat Panwaslu Kabupaten Kaimana Jalan Utarum Kampung Trikora. Mereka meminta Panwaslu mencabut kembali keputusannya yang telah menerima permohonan Matias-Ismail.

Dipimpin calon wakil bupati masing-masing; Mohammad Lakotani, SH,M.Si dan Amos Oruw, massa bergerak menuju Sekretariat Panwaslu. Tiba di Sekretariat Panwas, gabungan massa disambut Ketua Panwaslu Ibnu Mas’ud, S.Sos didampingi dua anggota Panwas Dominika Hunga Andung dan Karolus Kopong Sabon.

Dalam aksi protes dimaksud, dua calon wakil bupati bergantian menyampaikan orasi. Cawabup Mohammad Lakotani, SH,M.Si dalam orasinya mengatakan, keputusan Panwas terkait sengketa Pemilukada yang mengabulkan seluruh permohonan pemohon sudah melampaui batas kewenangan. Dikatakan, KPU dan Panwas adalah lembaga penyelenggara Pemilu yang kedudukannya sejajar sehingga tidak bisa saling menjatuhkan. Lembaga yang berhak menjatuhkan keputusan atas sengketa Pemilukada adalah pengadilan tata usaha negara.

“Saya ini juga sarjana hukum. KPU itu institusi negara, karena dia lembaga negara maka yang bisa membatalkan keputusannya adalah PTUN atau PTTUN bukan Panwaslu,” ungkapnya disambut teriakan setuju massa.

Sebelum meninggalkan Kantor Panwas, massa pendemo yang tergabung dalam organisasi Forum Penegak Keadilan Untuk Kaimana (Forpeka) pimpinan Heryanto Furima melalui Tim Sukses Freddy-Mola Taufik Alhamid menyerahkan naskah berisi 7 butir tuntutan kepada Panwaslu yang diterima Ketua Panwas Ibnu Mas’ud. Beberapa diantaranya; keputusan yang diambil Panwaslu bertentangan dengan azas penyelenggaraan Pemilu yang mandiri, profesionalitas dan akuntabilitas; bahwa keputusan sengketa Pemilukada oleh Panwaslu tidak serta merta dapat dilaksanakan oleh KPU.

Menanggapi semua tuntutan Ketua Panwaslu Ibnu Mas’ud mengatakan, naskah hasil keputusan Panwaslu terkait sengketa Pemilukada yang diajukan pasangan Matias Mairuma dan Ismail Sirfefa terhadap KPU akan dibagikan kepada dua pasangan calon dan tim sukses. Ia meminta dua pasangan calon, mapun tim sukses atau kuasa hukum masing-masing mempelajarinya dan apabila menemukan kejanggalan dalam keputusan, disilahkan menempuh jalur hukum. Anggota Panwaslu Kabupaten Kaimana tegasnya, siap dipecat apabila terbukti salah dalam mengambil keputusan.

Usai melakukan orasi di Halaman Panwaslu, gabungan massa dipimpin calon wakil bupati masing-masing bergerak menuju KPU untuk memberikan penguatan agar KPU tidak mengeluarkan surat apapun dalam menanggapi keputusan Panwas. Tiba di KPU, massa dan calon wakil bupati diterima Ketua KPU Hasbulla Furuada dan tiga Komisioner Yunisar Airori, Selina Sada dan Aida Wahyuni. Sama seperti di Panwaslu, di KPU calon wakil bupati Mohammad Lakotani dan Amos Oruw dan beberapa anggota tim sukses serta Mudasir Bogra juga bergantian menyampaikan orasi. Mereka menolak keputusan Panwaslu dan mendukung KPU agar tidak mengakomodir keputusan Panwaslu. |ISABELA WISANG

Tinggalkan Balasan