Rapat pedagang pasar Wosi dan Sanggeng akhir Oktober 2014 lalu. | Dokumentasi CAHAYAPAPUA.com

Tolak Perbup, Pedagang di Manokwari Sepakat Mogok Jualan

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Ratusan pedagang dari pasar Wosi dan Sanggeng, Senin (27/10/2014) malam, berkumpul di los baru pasar Wosi untuk membicarakan rencana mereka menutup aktivitas pasar selama 3 hari. Para pedagang menginginkan peraturan bupati soal biaya sewa los pasar dicabut.

“Masyarakat sedang berjuang untuk kepentingan bersama dan sudah jauh hari dari malam minggu keputusan untuk penutupan pasar, tapi ternyata masih ada pedagang yang berjualan sampai Senin, sehingga kami sepakat untuk mulai besok (hari ini) pasar ditutup selama 3 hari,” kata koordinator pertemuan, Amir Habe.

Pertemuan ini dihadiri anggota DPRD Manokwari Romer Tapilatu dan Imam Muslih. Pedagang juga menunggu kehadiran Kapolres Manokwari untuk menengahi, namun hingga pukul 22.00 WIT kemarin, Kapolres belum sempat hadir.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari aksi puluhan pedagang pasar Wosi dan pasar Sanggeng di kantor bupati Manokwari di Sowi Gunung, Senin siang.

Dalam aksi tersebut, mereka mendesak Pemda merevisi Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 6 Tahun 2013 tentang tarif sewa los, lapak dan kios pasar. Tarif sewa yang diatur dalam Perbup tersebut yang berkisar antara Rp. 5 juta sampai Rp. 20 juta per tahun dianggap memberatkan pedagang.

Ini merupakan kali kedua para pedagang menyampaikan aspirasi secara terbuka di kantor bupati, setelah pada 20 Oktober lalu mereka juga menggelar aksi serupa dengan massa yang cukup besar.

Kali ini, para pedagang bersikukuh bertemu langsung dengan Bupati Bastian Salabai. Mereka tidak mau ditemui pejabat lain selain bupati sendiri. Alasannya, mereka ingin mendengar langsung jawaban orang nomor satu Manokwari terkait tuntutan untuk merevisi tarif sewa los dan kios pasar.

Alhasil, sempat terjadi sedikit ketegangan saat Sekda Drs. FM. Lalenoh hendak menemui para pedagang. Mereka bahkan menolak berdialog dengan Sekda.

Keinginan para pedagang akhirnya terpenuhi. Bupati Bastian Salabai bersedia bertatap muka langsung dengan mereka. Di hadapan Bupati, Jalil selaku koordinator aksi menyatakan, kedatangan para pedagang untuk kedua kalinya ke kantor bupati untuk menanyakan kepastian revisi Perbup nomor 6/2013 yang menjadi aspirasi para pedagang.

“Harga sewa yang diatur dalam Perbup tidak sesuai dengan realita di pasar. Pendapatan yang diperoleh pedagang tidak sesuai dengan tarif sewa yang terlalu mahal,” kata Jalil.

Kepada pada pedagang, Bupati menyatakan, dirinya akan memberi perhatian khusus terhadap apa yang menjadi aspirasi mereka. Secepatnya akan digelar pertemuan dengan semua instansi terkait untuk membahas perubahan tarif sewa sebagaimana yang diinginkan para pedagang.

“Kita akan menyesuaikan dengan kemampuan masyarakat (pedagang). Intinya, harga sewa akan diturunkan,” tandas Salabai sembari menghimbau masyarakat selalu mendukung Pemda.|RIZALDY TARAFANUR | ZACK TONU BALA

EDITOR: DUMA TATO SANDA

Tinggalkan Balasan