Tempat Pembuangan Akhir Sampah di Sowi Gunung, Manokwari. |Dokumentasi CAHAYAPAPUA.com

TPA Dipalang, Sopir Parkir 7 Truk Sampah di Kantor Bupati Manokwari

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com – Sedikitnya tujuh truk pengangkut sampah, Rabu (17/12) pagi tampak parkir di halaman kantor bupati Manokwari di Sowi Gunung. Para sopir sengaja mangkal di kantor bupati karena sejak tiga hari lalu, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Arfai dipalang pemilik hak ulayat.

Pemalangan yang untuk kesekian kalinya terjadi itu rupanya dilatarbelakangi belum jelasnya batas tanah di kawasan TPA yang telah dibebaskan Pemkab Manokwari. Pemilik ulayat keberatan karena merasa luasan tanah yang telah dibebaskan tidak sama dengan kesepakatan awal.

Ini diketahui setelah mereka mengurus sertifikat tanah kaplingan di sekitar TPA. Pihak BPN menolak menerbitkan sertifikat lantaran lokasi dimaksud sudah terdaftar sebagai tanah milik Pemkab Manokwari.

“Pada saat mereka hendak mensertifikatkan tanah yang mereka anggap milik mereka, namun BPN tidak mau memproses karena menurut BPN tanah di tempat itu masuk dalam wilayah TPA yang telah dibayarkan oleh Pemda. Jadi ini yang membuat pemilik hak ulayat melakukan pemalangan, “ terang Plt Asisten I Setda Wanto kepada awak media di kantor bupati.

Beberapa saat sebelumnya, Wanto melakukan koordinasi dengan wakil pemilik ulayat Alex Mandacan di ruang kerjanya. Dari pertemuan itu, pemilik ulayat akhirnya setuju membuka palang. Pemda diberi waktu untuk meneliti kembali berkas-berkas yang berkaitan dengan pelepasan tanah lokasi TPA.

“Menurut pemilik hak ulayat sendiri terjadi penambahan luas tanah sekitar 2,5 persen luasan yang telah dilepas kepada Pemda. Makanya kita minta waktu untuk cek kembali berkas-berkas dulu sampai hari Jumat. Kita harapkan nanti bisa ada titik temu yang memuaskan semua pihak“ kata Wanto yang juga Kabag Pemerintahan Setda Kabupaten Manokwari ini. |ZACK TONU BALA