Tujuh truk sampah yang diparkir di depan di jalan Sanggeng, Manokwari, Papua Barat, akibat pemalangan TPA Sowi. | CAHAYAPAPUA.com |Adith Setyawan

TPA Dipalang, Sopir Truk Sampah Mogok Kerja

MANOKWARI– Pemalangan yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berlokasi di Sowi, membuat tujuh truk pengangkut sampah memilih melakukan mogok kerja. Mereka memarkir kendaraannya di depan Bank Papua di Jalan Yosudarso Sanggeng, sejak pukul 8 pagi hingga 3 sore.

“Pemalangan terjadi sejak bulan lalu dan masyarakat di sana (Sowi) janji akan palang lagi pada 11 Januari 2015. Kami harap pemerintah kabupaten/provinsi maupun DPR bisa selesaikan masalah ini,” kata salah satu supir truk pengangkut sampah, Wellem Sayori, Senin (12/1/2015).

Wellem mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima, pemalangan TPA dikarenakan ada kepemilikan ganda, antara pemda dan oknum yang telah membeli tanah tersebut.

“Tanah tersebut kalau saya tahu pemda sudah membelinya dan sudah ada sertifikatnya, tapi kenapa masih dipalang lagi, mungkin ada yang jual tanah itu lagi ke orang lain sehingga terjadi tumpang tindih begitu,” kata Wellem.

Dengan adanya pemalangan TP, kondisi 2 TPS (Tempat Pembuangan Sementara) yang terletak di Pasar Sanggeng dan Pasar Wosi, dipenuhi berbagai macam sampah yang mulai menutupi badan jalan serta menganggu aktifitas masyarakat di lokasi tersebut.

“Sekarang ini Manokwari sudah dipenuhi dengan sampah, apalagi sekarang musim buah-buahan pasti akan meningkat. Kami ini kerja dengan tangan tidak pakai alat, jadi kami minta pemerintah dapat melihat masalah sampah ini secara baik agar Manokwari ini terlihat bersih,” tegasnya.

Ditanya soal kesengajaan memarkir kendaraan operasional pengangkut sampah di depan umum, Wellem mengatakan, hal itu dilakukan agar para pejabat dapat melihat dan peduli tentang masalah ini.

Terpisah Bupati Manokwari Bastian Salabai kepada wartawan mengatakan, lokasi TPA tersebut telah dibayar lunas oleh Pemerintah Kabupaten Manokwari, sehingga pemda tidak bisa lagi membayar TPA itu.

“Target atau jumlah yang dibayarkan sudah diselesaikan jadi tidak mungkin kita bayar lagi, karena kalau kita bayar lagi maka akan menjadi temuan. Kami akan melakukan negosiasi dengan pemilik hak ulayat,” jelasnya.

Lanjut Bastian, permasalahan ini akan segara diselesaikan secepatnya, sehingga proses pengangkutan sampah hingga pembuangan akhirnya dapat berjalan lancar seperti sebelumnya.

“Diharapakan kepada masyarakat agar tidak lagi melakukan pemalangan TPA lagi, karena sudah diselesaikan sebelumnya,” harap Salabai. |ADITH SETYAWAN

 

Tinggalkan Balasan