Penyerahan KUA-PPAS RAPBD 2015 dari bupati Manokwari Bastian Salabai kepada pimpinan DPRD belum lama ini. | Dokumentasi CAHAYAPAPUA.com

Trayanus Rumsayor: Sulit Loloskan APBD Manokwari Pakai Perbup

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com— Tak mudah bagi Pemerintah Kabupaten Manokwari untuk memanfaatkan Peraturan Bupati atau Perbup untuk meloloskan dokumen APBD Manokwari tahun anggaran 2015 ke Kementerian Dalam Negeri.

“Saat dokumen APBD itu diserahkan kepada Kemendagri, pasti disana akan ditanya dimana mitra kerjamu DPR, kenapa sampai menggunakan Perbup,” kata Wakil Ketua Komisi A DPRD Manokwari, Trayanus Rumsayor, Selasa (6/1/2015).

Menurut Trayanus, Pemda Manokwari harus mempertimbangkan baik-baik jika akan memanfaatkan Perbup dalam pengesahan APBD Manokwari pada tahun anggaran 2015. Sebab selain Kemendagri akan mempertanyakan persetujuan DPR, jika hal itu sampai lolos, maka justru akan menjadi ancaman bagi Manokwari sendiri. (Baca: RAPBD Manokwari Tahun 2015 Belum Dibahas)

Sebab, jika Perbup diterapkan dalam mengajuan APBD ke Kemendagri, maka tidak akan ada pembangunan di Manokwari pada tahun anggaran 2015 ini, sebab Perbup ini hanya akan berbuah pada pembiayaan rutin pemerintah daerah.

“Meski sudah melewati batas waktu 31 Desember, tapi masih ada waktu untuk membahas tuntas KUA-PPAS dan dokumen RAPBD 2015,” katanya.

Trayanus menambahkan, terkait persoalan ini, pemerintah harus dapat mengambil pelajaran, sebab keterlambatan pembahasan APBD hampir terjadi setiap tahun.

“Evaluasi harus dilakukan diinternal birokrasi pemerintah daerah. Agar penyerahan dokumen KUA-PPAS dapat dilakukan tepat waktu kepada DPR. Sehingga DPR memiliki waktu panjang untuk mempelari dan membahasnya dalam hearing bersama para SKPD,” kata dia.

TAPD menurutnya, juga mesti dapat memaksimalkan waktu untuk menyusun KUA-PPAS, agar penyerahan KUA-PPAS dapat dilakukan tepat waktu. |TOYIBAN

 

Tinggalkan Balasan