Mobil tangki air milik warga yang dipakai mengangkut air untuk memadamkan api sebuah rumah di kawasan perumahan BTN Reremi, Distrik Manokwari Barat, Senin (1512) dinihari. Foto: Budiman/Manokwari

Kebakaran di Manokwari: Tunggu Pemadam Kebakaran, yang Datang Water Canon, Macet Pula…

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com Kebakaran yang terjadi di Kawasan perumahan BTN Reremi Permai, sesaat lalu, hendaknya menjadi pemicu bagi Pemerintah Kabupaten Manokwari dan Pemprov Papua Barat untuk menyediakan armada pemadam kebakaran yang memadai di kota Manokwari.

Sejak peristiwa yang menghanguskan Toko Mega Mandiri itu bermula sekitar pukul 23.00 (Minggu 14/12/2014) hingga Senin 12.30, tak terlihat satupun mobil armada pemadam kebakaran yang tiba di lokasi.

Warga dan pemilik toko hanya bisa melihat bangunan itu dilalap api hingga tinggal puing. (Baca: Pemilik Baru Saja Tidur, Toko Mega Mandiri di Manokwari Terbakar)

Warga juga berupaya memadamkan api dengan cara menyiram titik api dengan air yang diisi dalam ember. Mereka pun berupaya melokalisir api dengan cara merobohkan puing bangunan yang mudah dilalap api.

“Ini ibukota tapi trada mobil pemadam bagaimana?” gerutu seorang warga di lokasi kejadian.

Tak lama kemudian, sebuah mobil water canon yang biasanya digunakan aparat kepolisian untuk menghalau demonstran, juga sebuah mobil tangki  air milik warga, tiba di lokasi. Namun Water Canon itu macet dan tak berfungsi. (Baca: Letusan Petasan Diduga Jadi Pemicu Hangusnya Toko Mega Mandiri di Manokwari).

Mobil pemadam kebakaran yang tiba di lokasi kebakaran setelah api berhasil dipadamkan. Foto Budiman/Manokwari

Mobil pemadam kebakaran yang tiba di lokasi kebakaran setelah api berhasil dipadamkan. Foto Budiman/Manokwari

Pemadam kebakaran tiba setelah api dapat dipadamkan atas upaya warga dan semprotan air dari mobil tangki. “Damkar tiba pukul 01.38, datang jadi hiasan saja,”  kata seorang saksi, Budiman.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Manokwari Raymon Yap mengatakan bahwa ancaman bencana kebakaran di kota Manokwari cukup tinggi. Sayangnya ancaman itu tak diimbangi oleh tersedianya armada pemadam kebakaran yang memadai.

“Peralatan (mobil) Damkar di Manokwari masih 1 unit dan menurut informasi dari kepala Satpol PP dalam kondisi rusak. Saya kira ke depan kita harus pengadaan yang baru,” ujarnya. (Baca: Manokwari Cuma Punya 1 Mobil Damkar, Itupun Rusak!)

Tidak hanya menambah jumlah mobil Damkar, hal lain yang penting adalah mempersiapkan personilnya. | PATRIX BARUMBUN TANDIRERUNG

Tinggalkan Balasan