Udang

Udang Bintuni Tembus Pasar Jepang, Korea dan Singapura

MANOKWARI, Cahayapapua.com—– Produksi udang segar di wilayah Kabupaten Teluk Bintuni selama ini sudah mampu menembus pasar di negara Jepang, Korea dan Singapura.

Bupati Teluk Bintuni Pietrus Kasihiw berharap, pogram tol laut yang dicanangkan pemerintah pusat memperlancar  ekspor komoditas non minyak dan gas bumi di daerah tersebut.

“Produksi udang tangkapan di Teluk Bintuni masih cukup tinggi. Potensi ini strategis bagi pengembangan ekonomi daerah,” kata bupati di Manokwari beberapa waktu lalu.

Selain udang, katanya, komoditas perikanan yang berpotensi ekspor di daerah tersebut antara lain lopster, kepiting dan ikan kakap merah. Ingin kedepan, tiga komoditas meningkat dan bisa menembus pasar ekspor layaknya udang.

“Saat ini baru bersifat home industry, belum ada yang diekspor. Akses perdaganganya baru antar daerah di Papua Barat dan Papua,” kata dia.

Dia menjelaskan, permintaan pasar luar negeri atas komoditas perikanan cukup tinggi. Hal ini akan dimanfaatkan Pemkab Bintuni untuk memperluas pasar komoditas unggulan daerah.

Menurut dia, Teluk Bintuni belum bisa mengekspor dalam skala besar, sebab, produksi perikanan di daerah tersebut masih fluktuatif.

Masyarakat saat ini menerapkan sistem buka tutup penangkapan. Hal itu dilakukan agar penangkapan yang dilakukan tidak mengganggu perkembang biakan.

“Ada saatnya warga tidak melakukan penangkapan. Saat musim tangkap sudah tiba barulah penangkapan dibuka,”katanya.

Dia menambahkan, program tol laut memperpendek jalur perdangan produksi perikanan yang selama ini telah berlangsung.

“Kabupaten Teluk Bintuni ditetapkan sebagai Kawasan ekonomi terpadu. Program ini harus memberi dampak yang besar terhadap perdagangan komoditas non-migas di daerah ini,” katanya.

Menurutnya, hal utama yang harus dilakukan pemerintah daerah adalah menyiapkan masyarakat agar bisa menerima dan mengambil manfaat dari program ini. Mendukung program tol laut, infrastruktur seperti dermaga harus disiapkan.

“Ujung tol laut berada di Sorong, jarak dari Sorong ke Teluk Bintuni tidak terlalu jauh. Dermaga harus dibangun, dan hal ini adalah  tugas pemerintah provinsi, kami berharap Teluk Bintuni menjadi perhatian,” pungkasnya. (IBN)

Tinggalkan Balasan